JOGJA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kanwil DIY meluncurkan Pojok Kependudukan bekerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Keberadaanya untuk pelatihan, penelitian, dan pengembangan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana.

Wakil Rektor IV UAD Bidang Kerjasama dan Urusan Internasional Prof. Dr. Sarbiran menyambut baik hadirnya Pojok Kependudukan. Menurut dia di sana mahasiswa bisa berdiskusi dan mengakses informasi, buku, dan literature.

“Semua tentang masalah kependudukan dan kesehatan reproduksi dari sumber utamanya,” jelasnya saat membuka Pojok Kependudukan di Kampus 4 UAD di Jl. Ring Road Selatan Tamanan Banguntapan Bantul Minggu (25/11).

Mengiringi launching tersebut juga diadakan senam bersama segenap mitra kerja BKKBN Kanwil DIY, stan kegiatan Kampung KB, stan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR), stan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), stan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), stan program

Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), dan Talkshow Dalam rangka Sosialisasi Program Pengendalian Penduduk Bersama Mitra Kerja tahun 2018 dengan tema “Memanfaatkan Bonus Demografi Dalam Era Revolusi Industri 4.0”.

Plt. Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc., Dip.Com dalam sambutannya menyampaikan, Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi pada 2020-2030. “Untuk dapat menikmatinya, kualitas SDM sekarang menjadi penentunya, harus dipersiapkan dengan baik karena itu adalah modal pembangunan nasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKKBN kanwil DIY Drs. Bambang Marsudi, M.M. menjelaskan, angka beban ketergantungan antara penduduk usia produktif dengan usia tidak produktif akan mencapai titik terendah saat terjadi Bonus Demografi nanti.

“Ini berarti penduduk usia kerja menanggung sedikit penduduk usia tidak produktif,” ungkapnya. (sce/pra/zl/mg3)