SLEMAN – Tim gabungan Polsek Ngaglik dan Polsek Mlati meringkus komplotan pencuri motor. Sebelumnya, polisi meringkus pemetik, Roy Zul Fiandra.

Sang joki, Muhammad Faqih Abdullah ikut ditangkap. Menyusul diringkus penadah Irfan Saragih dan penjual Muhammad Hadian.

Ketiga tersangka terakhir ditangkap di Pantai Glagah Kulonprogo Selasa (20/11). Diringkus dalam waktu hampir bersamaan. Polisi menyita barang bukti beberapa sepeda motor. Ketiga tersangka ditangkap atas pengembangan dan keterangan pelaku Roy.

“Pencurian terjadi di Dusun Candi Dukuh, Sardonoharjo, Ngaglik, September lalu. Saat Roy mendapatkan sepeda motor, Faqih nyurung (mendorong),” ujar Kapolsek Ngaglik, Kompol Danang Kuntadi Senin (26/11).

Pengintaian kepada pelaku telah lama dilakukan. Awalnya, Faqih beralamatkan di Sambirejo, Selomartani, Kalasan. Namun saat didatangi, pelaku tidak di sana. Kemudian terlacak di kawasan Pantai Glagah.

Penangkapan penadah dan penjual, Irfan dan Muhammad dilakukan tak lama setelah penangkapan Faqih. “Kendaraan yang dicuri, Honda Supra AB 2223 WW. Korbannya, Anang Faisal warga Gunungkidul,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto mengatakan komplotan tersebut kumatan. Roy merupakan residivis pencurian dengan kekerasan. Mereka kerap memilih kendaraan roda dua sebagai sasaran pencurian.

Polisi menyita Yamaha Xeon AB 2939 PE (aksi di Karanggayam, Caturtunggal, Depok), Honda Beat EA 3281 HD (bukti kejahatan di Mundu Saren, Caturtunggal) dan Yamaha Mio (aksi di kawasan Depok Timur).

“Ada satu lagi Honda Vario milik Muhammad Hadian yang kami sita. Suratnya tidak lengkap dan digunakan saat beraksi,” kata Budi.

Faqih dan Hadian ternyata kakak beradik. Sang kakak, Hadian berperan sebagai penjual, Faqih sebagai joki. “Kompak sebagai saudara tapi negatif. Saat ini penanganan oleh Satreskrim Polres Sleman,” ujar Budi. (dwi/iwa/by/mg3)