BANTUL – Kepengurusan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 mendatang juga memperhatikan sektor ekonomi. Tidak hanya politik. Harapanya agar Pemuda Muhammadiyah turut berperan lahirnya pengusaha di lingkungan Muhammadiyah.

“Memasukan program ekonomi kreatif pada program kerja pada kepengurusan mendatang,” kata anggota Jaringan Pengusaha Pemuda Muhammadiyah (JPPM) Ilham Nasai Senin (26/11).

Menurut dia, selama ini program ekonomi kreatif kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan Pemuda Muhammadiyah. Maupun Muhammadiyah umumnya. Bahkan, ada sebagian pemuda Muhammadiyah yang malah asyik atau terjebak dengan isu-isu kebangsaan yang bersifat politis.

“Sebagai entitas organisasi kemasyarakatan keagamaan, kerja Pemuda Muhammadiyah harus seimbang,” jelas pengurus Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian Indonesia (LSP2I) itu.

Selain itu, dia meminta isu perlindungan hak-hak sosial juga diangkat ke publik. “Selama ini kita seolah kurang perhatian, jarang membicarakan program-program ekonomi keumatan,” tambahnya.

Untuk itu Ilham siap membantu menyukseskan pencalonan Sunanto atau Cak Nanto sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Periode 2018-2022. “Secara personal saya memang kenal dan dekat dengan Cak Nanto. Dia (Cak Nanto) anak kampung yang merangkak dan berjuang dari bawah, dia selama ini berkecimpung di dunia kepemiluan,” terang Ilham

Sebagia bentuk keseriusan dukungan tersebut ia akan menggalang dukungan dari anggota-anggota JPPM yang lain. “Jika Cak Nanto terpilih menjadi Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, semoga beliau dapat memasukkan program yang berkelanjutan di bidang ekonomi kreatif,” papar Direktur Hubungan Kerja Sama Luar Negeri Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

Pembukaan Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Sportorium UMY dilakukan Senin (26/11) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (**/pra/by/mg3)