MAGELANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkot Magelang mengklaim telah bisa menurunkan angka pengangguran di wilayahnya dengan program jitu. Yakni selama dua tahun terakhir atau sejak tahun 2016 rutin melaksanakan program pelatihan kerja bagi para pencari kerja di Kota Magelang.

Menurut Kepala Disnaker Pemkot Magelang Gunadi Wirawan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 5 November lalu, angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Magelang tahun 2018 mengalami penurunan. “Ini keberhasilan dan sinergitas kinerja pembangunan daerah, antara lain program atau kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terarah dan melibatkan atau menggerakkan warga masyarakat,” katanya Senin (27/11)

Dilkatakan, juga adanya kegiatan pelayanan atau fasilitasi Disnaker Kota Magelang fokus pada penganggur dan pencari kerja serta penyelesaian perselisihan hubungan industrial untuk mendukung penurunan angka kemiskinan di Kota Magelang.

Ia menyebutkan data rilis dari BPS yakni angka TPT Kota Magelang menurun dari sebelumnya 6,88 persen di tahun 2017 menjadi 4,88 di tahun 2018. Angka itu dihitung menggunakan rumus jumlah penganggur dibagi jumlah angkatan kerja dikalikan 100 persen. “Angka ini merupakan angka penurunan tertinggi di

Jawa Tengah,” tuturnya.
Sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kota Magelang meningkat dari 65,32 persen di tahun 2017 menjadi 68,64 persen di tahun 2018. Dihitung berdasarkan rumus jumlah angkatan kerja dibagi jumlah penduduk usai kerja dikalikan 100 persen.

“Kenaikan TPAK ini tertinggi di antara kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat daya saing SDM Kota Magelang mampu berpartisipasi atau bekerja di dalam dan luar daerah mengisi keberhasilan pembangunan dan kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Terkait pelatihan kerja yang menjadi program rutin Disnaker, meliputi berbagai bidang pekerjaan. Mulai dari bahasa, basic office, tata boga, busana, montir sepeda motor, spa, dan lain-lain. Adapun waktu pelatihan bervariasi, mulai 10 hari hingga 30 hari. Para peserta pelatihan akan diberikan fasilitas hingga kesempatan magang kerja.

“Pelatihan ini kami sesuaikan dengan kebutuhan para pencari kerja. Kemudian ditindaklanjuti dengan magang di tempat kerja. Bagi pekerja yang memiliki kemampuan bagus dan berkompeten, bisa langsung bekerja,” jelasnya.
Untuk bulan November 2018 ini, lanjut Gunadi, pelatihan yang dilaksanakan yakni montir sepeda motor dengan peserta 16 orang dan menjahit bordir (16 peserta), dan pelatihan spa (10 peserta). Dari pelatihan kerja semacam ini, kita mampu menyalurkan pencari kerja sekitar 300 orang per tahun,” tandasnya. (dem/laz)