PURWOREJO – Status Siaga Darurat Bencana akhirnya ditandatangani Bupati Purworejo Agus Bastian. Surat yang akan menjadi dasar berbagai tindakan penanganan kebencanaan di kabupaten ini telah diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo terhitung sejak Jumat (23/11).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sutrisno mengatakan, pihaknya memang sudah sejak awal mengajukan adanya penetapan siaga darurat bencana. Ada dua alasan utama pengajuannya yakni Surat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta sudah terjadi beberapa bencana longsor serta genangan air.

“SK penetapan siaga ini bernomor 160.18/815/2018 tertanggal 23 November 2018,” kata Sutrisno Senin (26/11). Ia menyebut beberapa wilayah telah mengalami longsor seperti di Bruno, Pituruh, namun tidak sampai menimbulkan jiwa. Sedangkan kemunculan genangan air yang dipicu dari hujan terjadi di Banjarsari dan Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo Hery Susanto mengatakan, dengan penetapan status siaga darurat bencana angin, banjir, dan tanah longsor (hidrometeorologi) di Kabupaten Purworejo tahun 2018-2019 itu, BPBD akan menindaklanjuti dengan segera membentuk posko bersama di kantor BPBD. Pihaknya juga akan mengajukan dana siap pakai ke BNPB untuk kegiatan posko bersama.

Personel yang bertugas di posko akan melibatkan unsur Polri, TNI, dan relawan. Untuk itu pihaknya akan melayangkan surat permohonan personel kepada pihak-pihak terkait. Selain itu juga akan melayangkan surat kepada para camat terkait nomor telepon posko untuk diteruskan kepada para kepala desa.
“Di posko akan ada petugas yang standby 24 jam. Ada nomor yang bisa dihubungi setiap saat dan nomor itu sudah diedarkan kepada camat dan diteruskan ke kepala desa,” kata Hery.

Ditambahkan, selama ini sebenarnya di kantor BPBD juga ada pos yang setiap kali ada kejadian bencana langsung merespons. “Tapi adanya status ini tentu kita siaganya lebih ditingkatkan lagi,” katanya. (udi/laz/er/mg3)