JOGJA – Rotary Club Mataram Yogyakarta (RCMY) bekerja sama dengan RS Mata Dr Yap Yogyakarta akan memberikan bantuan 1000 buah kacamata bagi anak-anak usia sekolah dasar di Kabupaten Gunungkidul. Kerja sama tersebut dituangkan dalam MoU antara kedua pihak yang ditandatangani, Senin (26/11) di Grand Ambarukmo Hotel.

Penandatanganan kerja sama disaksikan anggota RCMY dan juga dari luar Yogyakarta. Mereka di antaranya  Presiden Rotari Club Mataram Yogyakarta Anton Sanjoyo, PE Hengky, PP Hidayat, PP Frans, PP Andu, PP Henry, Rtn. Aji, Rtn. Fonaly, PP Hendri, PN Edi Sulis, dan PP Jati. Sedang tamu yang datang, dr. Eny Tjahjani Permatasari, Sp.M, M.Kes (Direktur RS Mata Dr. Yap), dr. Rastri Paramita, Sp.M (Wakil Direktur RS Mata Dr. Yap), Suhartono, (Yayasan Rumah Sakit Dr. YAP Prawirohusodo), perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunungkidul, perwakilan dari  Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dan AG Rachel.

Selain mengenai bantuan kacamata, MoU tersebut juga mencakup tentang pelatihan, deteksi dini kesehatan mata untuk anak-anak sekolah dasar Se-Daerah Istimewa Yogyakarta, serta penyerahan hibah satu unit autokeratometer dan satu set trial lens kepada RS Mata Dr Yap Yogyakarta.

Presiden Rotari Club Mataram Yogyakarta, Anton Sanjoyo mengatakan, RCMY telah 32 tahun mengabdi tiada henti, dan banyak tugas serta amanah yang besar telah dijalankan. “Dengan RS Dr Yap, kami sudah bekerja sama 18 tahun,” tegas Anton.

Gunungkidul dipilih sebagai lokasi pemberian bantuan, agar bisa fokus di satu wilayah terlebih dulu. Setelah itu, di tahun-tahun berikutnya bisa menyasar di wilayah lain di DIY. Diharapkan  dengan bantuan tersebut, banyak anak-anak yang bisa kembali beraktivitas, dan tidak terganggu dalam kegiatan belajarnya.

“Semoga anak didik penerus generasi bangsa ini dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Berguna untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Direktur Mata RS dr Yap, dr. Eny Tjahjani Permatasari, Sp.M, M.Kes mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Rotary Club Mataram Yogyakarta. Dia berharap, bantuan yang diberikan RCMY dapat segera diterima anak-anak, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Eni juga mengatakan, pihaknya harus menggandeng pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Gunungkidul agar bantuan tepat sasaran. Selain itu, juga tidak menggangu proses belajar mengajar di sekolah.

“Harus dikoordinasikan. Kami mohon bantuannya agar kegiatan ini berjalan dengan baik. Termasuk mengimbau wali murid agar anaknya mau memakai kacamatanya,” kata Eni.

Suhartono mewakili GBPH Prabukusumo sebagai Ketum Yayasan Dr Yap Prawirohusodo mengaku bangga dengan tugas dan kepercayaan yang diberikan. Dia menjelaskan, Yayasan Yap diinisiasi sejak Sultan Hamengku Buwono VII bersama Mr Yap, dokter mata pertama yang bekerja sama dengan Ngarso Dalem VII di Yogyakarta.

Selain RS Dr Yap, ada kompleks pertokoan Yap Square dan Badan Sosial Mardi Wuto yang berada di bawah yayasan. Di Mardi Wuto, yayasan memberikan pelatihan untuk tunanetra. Sementara RS Dr Yap, telah menerima predikat lulus paripurna. “Semoga bermanfaat bagi masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya yang sakit mata. Semoga mendapatkan berkah,” tuturnya. (*/riz/jko/zl/mg3)