PALANGKARAYA – PSS Sleman akhirnya mampu menetralisasi keangkeran Stadion Tuah Pohoe dengan menahan imbang 0-0 Kalteng Putra di leg pertama semifinal Liga 2 Indonesia Minggu (25/11). Skor kacamata ini sedikit meringankan beban PSS pada laga leg kedua di Stadion Maguwoharjo, Rabu (28/11).

Tanpa kehadiran striker Kushedya Yudo, Laskar Isen Mulang tampak timpang. Sejumlah peluang emas yang dimiliki tuan rumah tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol. Sementara PSS Sleman yang tampil dengan skuad terbaik, mampu menguasai jalannya pertandingan. Itu ditunjukkan dengan penguasaan bola 51 persen berbanding 49 untuk Super Elja.

Sejak babak pertama, jalannya pertandingan memang kurang berkembang. Itu dikarenakan lapangan Tuah Pahoe tergenang air di beberapa bagian. Genangan air di sepertiga lapangan wilayah pertahan lawan di babak pertama cukup menguntungkan bagi tuan rumah. Praktis, Ichsan Pratama dkk harus mengandalkan bola-bola panjang untuk mengalirkan bola ke daerah pertahanan tua rumah.

“Kami kesulitan karena kondisi lapangan yang tergenang,” kata Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara usai laga Minggu (25/11). Namun dengan kondisi lapangan yang buruk, Seto cukup bersyukur timnya tidak kalah di leg pertama.

Ditegaskan, hasil imbang di leg pertama ini bukan berarti perjuangan anak asuhnya selesai. Sebab, untuk memuluskan langkah ke Liga 1, PSS Sleman harus bisa memenangkan laga di leg kedua.

“Laga belum berakhir, masih ada laga kandang. Kami harus maksimalkan di Sleman karena dua tim sama-sama punya peluang,” tegas Seto.

Sementara itu, Kapten tim PSS Bagus Nirwanto mengaku cukup gembira bisa menahan imbang Kalteng Putra di Tuah Pahoe. “Kami bersyukur jauh-jauh ke sini bisa mencuri hasil seri,” kata Bagus.

Berbeda dengan tim tamu, Pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi mengaku cukup kecewa dengan raihan hasil seri yang diraih timnya. Faktor lapangan menjadi penyebab anak asuhnya bermain kurang maksimal. “Kami ada peluang, tapi gagal dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Meski belum tertutup peluang ke babak final, dia mengaku untuk bisa memenangkan laga saat tandang akan sangat berat. Apalagi, PSS Sleman dinilai tengah on fire. “Kami belum habis. Kami akan berjuang semaksimal mungkin di kandang mereka,” jelas Kas Hartadi.

Di laga semifinal lainnya, tuan rumah Persita Tanggerang unggul atas tim favorit Semen Padang dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Pendekar Cisadane dilesakkan Ryan Kurnia pada menit 23.

Laga empat besar akan ditentukan di leg kedua yang berlangsung Rabu (28/11). PSS Sleman akan bertindak sebagai tuan rumah. Sementara di laga lainnya, Semen Padang akan menjamu Persita Tanggerang di Stadion Haji Agus Salim.

Dua tim yang berlaga di final dipastikan mengantongi tiket Liga 1. Sementara satu sisa tiket lainnya, akan diperebutkan melalui tempat ketiga. (bhn/laz/fj/mg3)