JOGJA – Untuk kali pertama Kejuaraan Daerah Paralimpik diadakan di DIJ. Ketua Panitia Pelaksana Eko Heru Prasetyo mengatakan, ini untuk merangsang bakat-bakat baru dalam ajang olahraga khusus difabel ini.

“Sekaligus menjaring atlet berbakat untuk nantinya dibina dan berpartisipasi dalam Peparnas 2020,” ujar Eko. Bertempat di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY, acara ini digelar sejak Sabtu (24/11) hingga Minggu (25/11).

Ada empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni angkat berat, tenis, catur, dan panahan. Berbagai atlet dari kabupaten dan kota berlaga dalam ajang ini. Namun tidak semua daerah mengirimkan atletnya di semua cabang.

Cabang tenis dengan kursi roda misalnya, dari Kulonprogo tidak ada wakilnya. “Tapi dari kota dan kabupaten lain mengirimkan atletnya. Semuanya ada 19 atlet,” ujar Muhammad Joko Suryanto, ketua panitia cabang olahraga ini.

Mengenai aturan main, tidak jauh berbeda dengan tenis pada umumnya. “Hanya saja kalau dalam tenis kursi roda, bola boleh memantul dua kali. Selebihnya sama,” jelas Joko.

Untuk tunggal putri dimenangkan Ditem dari Kabupaten Sleman. Sedangkan tunggal pemula putra ada Nurdin (Sleman). Ada pula tunggal utama putra yang dimenangi Suwardi (Bantul). Sekalipun baru digelar sekali, antusiasme peserta cukup tinggi.

Antusiasme juga dirasakan dalam cabang panahan yang diikuti 22 pemanah. Dalam cabang ini semua daerah mengirimkan atletnya. Sriyono, ketua panitia cabang ini menjelaskan, ada lima divisi yang dipertandingkan, yakni standar bow 25 m dan 40 m, sedangkan compound 50 m, meliputi putra dan putri, lalu ada recurve 70 m.

Dalam cabang ini, Kulonprogo menyabet empat nomor, meliputi Juara 1 Standar Bow 50 m Muhammad Asrori, Juara 2 Standar Bow 40 m Widi Nuryanto, Juara 3 Compound 50 m Anisa Ramadhani, dan Juara 1 Recurve 70 m Sutriaji. Sedangkan Kota Jogja meraih Juara 2 Compound 50 m Tuwariyah dan Yudi Sugiyanto, serta Juara 2 Recurve 70 m Slamet. (cr10/laz/zl/mg3)