JOGJA – Pemkot Jogja terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Beragam program dibuat untuk memberdayakan warga. Mulai dari KTB (Kampung Tanggap Bencana), kampung hijau, hingga kampung KB (Keluarga Berencana).

Kampung KB misalnya, menjadi salah satu program pemkot yang melibatkan berbagai aspek. Mulai ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan. Oleh sebab itu, Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Eny Retnowati meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

Ia yakin partisipasi warga adalah kunci sukses pelaksanaan kampung KB. Tak hanya itu, Eny juga mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir terkait pengendalian penduduk. Pengendalian itu bukan sekadar kelahiran, tapi juga kecerdasan dan kesehatan masyarakat.

“KB bukan hanya tentang dua anak cukup. Tapi warga juga harus ada kesadaran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Eny saat menghadiri pengukuhan Kampung KB Sudagaran di Kecamatan Tegalrejo, Minggu (25/11).

Eny menekankan pentingnya kesehatan reproduksi (kespro). Menyasar kaum remaja di perkampungan, ia berharap penyuluhan kespro dapat mengurangi kasus pernikahan dini. Itu tak hanya menjadi tanggung jawab pokja (kelompok kerja) kampung KB yang telah dikukuhkan. Tapi juga seluruh masyarakat, terlebih orang tua.

Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi juga menekankan pentingnya menata lingkungan. Penataan itu untuk mengurangi kampung kumuh yang ada di Kota Jogja. Menurutnya, pengendalian penduduk terkait kelahiran juga berdampak pada lingkungan. “Pada 2019 kita mengejar untuk mengurangi sebanyak mungkin kekumuhan,” kata Heroe.

Ia pun yakin keluarga kecil yang dibina dengan baik turut mengontrol besar kecilnya limbah rumah tangga. Itulah yang mempengaruhi lingkungan dari sampah hingga bau tak sedap di sungai. “Jangan jadi penonton. Tapi juga ikut terlibat dalam keberhasilan kampung KB,” ucap mantan wartawan ini.

Program Gandeng Gendong pun diharapkan mampu menjadi media untuk saling bekerja sama. Dengan lingkungan yang tertata, bersih, dan rukun, masyarakat akan memiliki sikap positif.

Hingga saat ini Pemkot Jogja terus mendorong pembangunan di wilayah perkampungan. Kecamatan hingga kelurahan pun diharapakan mampu menjadi pusat kegiatan pembangunan. “Kami ikuti apa yang direncanakan warga, lalu kami akomodasi,” katanya.

Kampung KB Sudagaran merupakan satu dari 14 kampung yang dicanangkan. Terdiri atas tiga RW, letak Sudagaran cukup strategis. Dihuni 1538 orang, kampung ini diharapkan mampu menjadi contoh dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. (cr9/laz/zl/mg3)