SLEMAN – Kawasan bantaran sungai jika dipercantik dan ditata bisa jadi objek wisata baru. Bukan hanya itu saja, penataan kawasan bantaran sungai dapat mengurangi kawasan kumuh.

Sleman yang merupakan kabupaten dengan puluhan sungai besar maupun kecil mulai berbenah. Lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang menyasar penataan kawasan di pinggiran sungai.

Program Kotaku tahap kedua yang dilakukan di Dusun Banaran, Sendangadi, Mlati Sleman telah selesai dilaksanakan, kemarin. Hasilnya, sepanjang bantaran sungai di Kali Doso disulap menjadi lebih bersih.

Ketua RW 13 Dusun Banaran, Heru Sehana menjelaskan, penataan kawasan kumuh di dusunnya menelan biaya Rp 1,25 miliar. Berasal dari dana pemerintah pusat. Proses dimulai sejak 24 Mei 2018 hingga 24 September 2018.

Heru mengatakan, kondisi bantaran Kali Doso sebelumnya sangat memprihatinkan. Banyak warga yang abai dengan kebersihan. Bahkan tak jarang, perilaku warga yang gemar membuang sampah sembarangan.

“Apalagi kawasan itu oleh sebagian masyarakat dianggap kiriran yang artinya memang untuk buang sampah,” ujarnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo (SP) meminta masyarakat menjaga kawasan yang telah ditata itu. “Jangan buang sampah sembarangan,” pintanya.

Dia berharap kawasan kumuh di Sleman bisa dipangkas. Sehingga tidak ada lagi kawasan kumuh di Sleman.

“Ini bisa menjadi contoh, jika ke depan program ini belum menjangkau setidaknya masyarakat juga sadar agar menjaga lingkungan,” katanya.

SP turut memberikan apresiasi kepada warga Dusun Banaran. Sebab, banyak potensi yang dapat dikembangkan mulai dari wisata dan budaya.

“Potensinya sangat banyak, sehingga saya berharap bisa terus dikembangkan,” ujarnya. (har/iwa/er/mg3)