Dewasa ini membaca menjadi kebutuhan. Dari membaca bisa melahirkan inisiatif sekaligus bertambahnya wawasan. Karena kebiasaan membaca harus ditumbuhkembangka sejak dini. Tujuannya agar terbentuk karakter budaya membaca di masyarakat.

“Membaca itu sangat penting, maka gunakan fasilitas-fasilitas yang tersedia agar menyemangati masyarakat giat membaca,” ungkap Anggota Komisi D DPRD DIY Soleh Wibowo saat Roadshow Minat Baca Pembudayaan Kegemaran Membaca yang diadakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY di Balai Desa Triharjo, Wates, Kulonprogo pada Jumat (23/11).

Soleh ingin roadshow itu dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca. Diingatkan, membaca merupakan aktivitas menarik dan bisa menambah wawasan. Dengan membaca akan melahirkan daya kritis, kreativitas dan karya. “Membaca juga dapat menggugah wawasan,” katanya.

Dikatakan, kehadiran buku elektronik (e-book) menjadi media baca modern. Namun jika dibandingkan dengan buku cetak ada plus minusnya. “Buku cetak dapat dibaca lebih detail dan lebih nyaman dibaca,” tutur Soleh.

Kepala BPAD DIY Monika Nur Lastiyani mengatakan, membaca dapat memerkaya cakrawala. Dia mengajak peserta acara agar memanfaatkan fasilitas smartphone. Misalnya menggunakan aplikasi Jogja. Sejak tiga tahun ini BPAD DIY memiliki aplikasi iJogja. Aplikasi ini menyediakan buku elektronik sebanyak 6.518 judul buku. “Itu bisa diakses masyarakat,” ungkap dia.

Sedangkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo Agus Santosa megungkapkan pandangan senada. Menurut dia, membaca membawa banyak manfaat. Ke depan masyarakat bisa semakin banyak membaca. Dengan membaca, masyarakat bisa mendapatkan solusi alternaif ketika menghadapi persoalan. (*/kus/zl/mg3)