JOGJA – Menghadapi babak 64 besar Piala Indonesia, skuad PSIM Jogja urung dikumpulkan. Pasalnya, laga melawan PS Tira yang semula digelar di Stadion Sultan Agung Rabu (28/11), diundur pertengahan Desember mendatang. Pengunduran laga buntut bersamaannya semifinal Liga 2 Indonesia antara PSS Sleman kontra Kalteng Putra.

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menjelaskan, informasi yang ia terima dari operator Piala Indonesia, laga akan digelar 14 Desember mendatang. Itu artinya, kelanjutan babak 64 besar Piala Indonesia antara PSIM melawan PS Tira akan digelar seusai Liga 2 dan Liga 1.

Dengan pengunduran laga, PSIM sejauh ini belum mengumpulkan pemain. Awalnya para pemain akan dikumpulkan seminggu sebelum pelaksanaan pertandingan kontra PS Tira pada Rabu ini. “Kami akan siapkan tim seminggu sebelum laga,” kata Erwan kepada Radar Jogja Minggu (25/11).

Menghadapi babak 64 besar Piala Indonesia, pihaknya akan mengumpulkan 18 pemain. Rencananya, sejumlah pemain sedang kembali ke kampung halamannya, di luar maupun dalam Pulau Jawa. Raymond Tauntu, Ismail Haris, Hendri Satriadi, Supriyadi, Nanda Bagus, Ivan Febrianto akan jadi bagian skuad Laskar Mataram yang siap menghadapi The Young Warriors. Selain itu ada pula sejumlah nama lokal seperti Ayub Antoh, Edo Pratama, Chandra Lukmana, Pratama Gilang dan Yoga Pratama.

Disinggung capaian target Piala Indonesia, pria yang sebelumnya menjabat pelatih kepala PSIM ini menyebut, memberikan perlawanan semaksimal mungkin terhadap tim dari kasta Liga 1 itu.

Laskar Mataram memang harus realistis masuk ke babak 32 besar. Pasalnya, secara kualitas pemain terjadi perbedaan yang cukup mencolok. Namun bukan berarti Raymond Tauntu dkk tidak punya peluang untuk lolos. Apalagi pada laga kali ini, PSIM bertindak sebagai tuan rumah. Dukungan ribuan suporter diharapkan bisa memberi pelecut bagi pemain untuk mempersembahkan kemenangan.

Sementara itu, Ketua Panpel PSIM Wendy Umar mengatakan, pengunduran laga merupakan keputusan dari pihak operator. Sebab, bila tidak ada perubahan, maka tidak akan mungkin laga bisa digelar di SSA. “Karena di waktu bersamaan ada semifinal Liga 2 di Jogjakarta, maka izin dari kepolisian sulit keluar,” jelasnya. (bhn/laz/zl/mg3)