SLEMAN – Kepolisian terus memperbaharui data tempat pemungutan suara (TPS) kategori rawan. Salah satunya adalah jajaran Polsek Depok Barat. Berdasarkan pemantauan dari 91 TPS di kawasan hukum Polsek Depok Barat, 12 di antaranya tergolong rawan.

Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto mengatakan kategori rawan bukan berarti potensi kerusuhan. Fokus rawan lebih kepada tidak punya kartu tanda penduduk (KTP) Jogjakarta.

“Khususnya kawasan Tambakbayan, karena banyak pendatang yang sekolah di sini. Mereka rata-rata belum memiliki KTP Jogjakarta,” kata Sukirin Minggu (25/11).

Inilah yang menjadi indikator dalam kategori rawan. Dimana warga ingin menyalurkan hak pilih, namun belum masuk daftar pemilih tetap (DPT). Jajarannya terus berkoordinasi dengan KPU Sleman selaku penanggungjawab Pemilu 2019.

Salah satu solusi untuk menyalurkan hak pilih adalah formulir A5. Hanya saja, untuk memiliki formulir ini harus kembali ke tanah asal. Artinya pengurusan administrasi tidak bisa dilakukan di Jogjakarta. Jangka panjangnya, jika tidak diurus, maka hak pilih bisa hangus.

“Kalau yang masih berasal dari Pulau Jawa mungkin bisa pulang. Tapi kalau luar pulau, terkadang terhambat biaya pulang dan waktu, apalagi masih sekolah,” ujarnya.

Dia meminta KPU terus melakukan sosialiasi. Tujuannya agar pelajar dan mahasiswa luar daerah masih sempat mengurus formulir A5. Jajarannya juga terus melakukan pendekatan terutama kawasan TPS rawan.

Sukirin menjabarkan adanya TPS khusus. Ide berasal dari KPU untuk pengadaan TPS di wilayah kampus dan rumah sakit. Tujuannya agar bisa menampung hak pilih secara optimal.

“TPS khusus ini masih dalam tahap rapat koordinasi dengan KPU. Ada wacana pula TPS yang dikhususkan bagi difabel. Kami juga terus berkoordinasi terkait pengamanan,” katanya.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto memastikan seluruh potensi rawan telah terpantau. Polda DIJ telah mendata secara keseluruhan. Untuk setiap klasifikasi rawan akan ada tipe pengamanan yang berbeda.

“Semuanya (data TPS rawan) sudah termasuk dalam Operasi Mantap Brata Progo 2018. Bagaimana sistem pengamanannya, tentu ada perbedaan antara kategori aman dengan kategori rawan,” kata Yuliyanto. (dwi/iwa/zl/mg3)