APRESIASI – Deputi Direksi Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Kesehatan Jogja-Jawa Tengah Kisworowati (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi dalam acara perjanjian kerjasama tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional bagi penduduk Gunungkidul UHC di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Jumat (23/11). (GUNAWAN/RADAR JOGJA)

GUNUNGKIDUL – Tahun ini BPJS Kesehatan Gunungkidul telah mencapai target Universal Health Coverage (UHC). Artinya, sebagian besar penduduknya telah terakses jaminan kesehatan atau telah menjadi peserta JKN-KIS.

“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Pemkab Gunungkidul memberikan kepastian perlindungan atas hak jaminan sosial kesehatan bagi penduduknya,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jogjakarta Dwi Hesti Yuniarti dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional bagi penduduk Gunungkidul UHC di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Jumat (23/11).

Dia menjelaskan, capain UHC tersebut tidak lepas dari adanya penambahan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD yang mencapai sejumlah 159.224 jiwa dan mulai aktif per Sabtu (1/12). Ini menjadi langkah strategis bagi pemkab untuk hadir dalam memberikan jaminan kesehatan bagi penduduk.“Selain itu melalui kerja sama UHC ini pemkab juga akan fokus pada segmen peserta lainnya, seperti kepatuhan badan usaha, pelayanan kesehatan hingga pembayaran iuran,” ujarnya.

Kata dia, komitmen Pemkab Gunungkidul dalam capaian UHC perlu diapresiasi. Sebanyak 721.381 jiwa penduduk telah terdaftar dalam JKN-KIS. Dari total jumlah penduduk sebanyak 757.169 jiwa, 95,27 diantaranta telah terakses jaminan kesehatan.

Menurut Hesti, UHC Gunungkidul akan semakin dirasakan manfaatnya oleh peserta jika disertai dengan peningkatan kualitas dan layanan di fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, juga dibutuhkan dungan pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dan stakeholder Iain tentang program JKN-KIS. “Mari bersama-sama memberikan sosialisasi, edukasi, informasi dan advokasi kepada peserta sehingga peserta dapat mendapatkan manfaat dari program ini dengan optimal,” ujarnya.

Deputi Direksi Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Kesehatan Jogja-Jawa Tengah Kisworowati mengungkapkan, secara keseluruhan 134 kabupaten sudah mencapai UHC dan Gunungkidul akan menjadi yang ke 135.“Jaminan kesehatan ini sangat penting, karena kita tidak akan pernah tahu kapan akan sakit,” kata Kisworowati.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, perlindungan sosial kesehatan sangat penting, termasuk sinergitas dan komitmen bersama. Oleh sebab itu semua pihak harus berinergi. “Dengan demikian, kendala di lapangan dapat diselesaikan dengan baik. Kami optimistis pada tujuan akan berjalan sesuai target,” kata Immawan. (gun/din/by/mg3)