SLEMAN – Fanatisme dan dukungan terhadap calon legislatif (caleg) dan calon presiden (capres) yang kebablasan rentan gesekan. Pendukung caleg dan capres berupaya memenangkan calonnya.

Potensi gesekan antar-pendukung caleg dan capres semakin tinggi menjelang kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Potensi gesekan semakin besar.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman berupaya memetakan daerah rawan gesekan di Sleman. “Kami lakukan bersama panitia pengawas kecamatan (Panwascam),” ujar Ketua Bawaslu Sleman, M Abdul Karim Mustofa, Jumat (23/11).

Pihaknya juga memerangi politik uang (money politics) yang berpotensi dilakukan caleg. “Kami tengah mendata, selain daerah rawan, juga daerah terindikasi politik uang,” kata Karim.

Terkait kerawanan Pemilu di Sleman, Polres Sleman telah mengantongi data daerah mana saja yang rawan konflik. Kecamatan Depok menjadi prioritas pengawasan. Sebab, di Depok selain padat penduduk, juga banyak pendatang dari daerah lain.

Kanit 3 Sosbud Intelkam Polres Sleman, Iptu Dwi Daryanto mengatakan, dari enam Daerah Pemilihan (Dapil), ada tiga dapil yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. “Dapil 2, Dapil 4, dan Dapil 5 punya tingkat kerawanan tinggi,” kata Daryanto.

Ada sekitar 13 tempat pemungutan suara (TPS) di Sleman masuk kategori rawan 2. Lokasinya di Kecamatan Depok dan Godean. “Babarsari, Tambakbayan, Caturtunggal, di Depok ada 12 TPS masuk kategori rawan 2. Satu lagi di Dusun Bantulan, Sidoarum, Godean,” kata Daryanto.

Sedangkan TPS dengan kategori rawan 1 di Desa Balecatur, Gamping; dan Desa Kalitirto, Berbah. “Tapi pada dasarnya seluruh TPS di Sleman kategorinya aman,” kata Daryanto.

Sleman menempati posisi pertama kabupaten/kota yang memiliki tingkat kerawanan Pemilu tinggi. Sisanya ada di level sedang. “Kalau Provinsi DIJ menempati posisi 15 kerawanan Pemilu di Indonesia,” ujarnya.

Korwil BIN DIJ, AKBP Sudiyono menjelaskan, potensi gesekan terbesar justru akan terjadi pada satu daerah yang memiliki basis massa tertentu. Namun, di daerah itu justru terjadi perbedaan pilihan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun optimistis penyelenggaraan Pemilu 2019 di Sleman berlangsung damai. Jauh dari kerusuhan.

“Mari buktikan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa orang Sleman adalah orang-orang yang santun,” ajak Muslimatun. (har/iwa/rg/mg3)