SLEMAN – PSS Sleman tetap menurunkan skuad terbaiknya di leg 1 babak semifinal Liga 2 saat berhadapan dengan Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe Minggu (25/11). Sebanyak 18 pemain telah disiapkan untuk bisa meraih hasil maksimal dari Laskar Isen Mulang-julukan Kalteng Putra.

Seluruh pemain inti yang masuk dalam starting eleven melawan Persiraja Banda Aceh, dibawa ke Palangkaraya. Hanya nama Slamet Budiono saja yang tampaknya tidak ambil bagian dari 18 tim yang disiapkan.

(GRAFIS: HERPRI KARTUN)

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantara lebih memilih membawa Rosi Noprihanis, Irkham Mila, dan Taufiq Febrianto. Padahal, di laga sebelumnya, meski turun sebagai pemain pengganti Budi bermain cukup agresif di 10 menit waktu tersisa. ”Ini persoalan taktik saja. Memang kami akan melakukan perubahan di skuad, tetapi tidak banyak,” kata Seto Jumat (23/11).

Selain Budiono, Seto pun tak menyertakan nama Arie Sandy dan Qiscill Gandrum Minnie. Qiscill, masih dalam tahap recovery. Sedangkan Sandy, meski sudah menjalani latihan namun sangat riskan untuk bemain.”Bisa jadi di laga selanjutnya akan kami lihat lagi,” jelas Seto.

Seto menyebut masih belum memutuskan pemain yang akan diturunkan. Namun, melihat kondisi lapangan dan juga mengantisipasi hal nonteknis yang terjadi, besar kemungkinan Seto akan melakukan perubahan. Sebab, hampir sebagian besar pemain inti PSS telah mengantongi kartu kuning. Padahal, Super Elja harus bisa membalas dengan keunggulan margin gol bila seandainya Bagus Nirwanto dkk tersandung di Tuah Pahoe.”Siapa yang akan diturunkan akan dilihat sehari menjelang laga,” terangnya.

PSS Sleman hanya butuh menyingkirkan Kalteng Putra di semifinal untuk bisa lolos ke kasta tertinggi Liga Indonesia. Sementara andaikan Super Elja gagal melaju kesemifinal, bukan berarti peluang ke Liga 1 tertutup. PSS Sleman harus berjuang untuk menduduki tempat ketiga, sebagai jatah terakhir tiket ke Liga 1. (bhn/din/fj/mg3)