JOGJA – Tidak salah jika dikatakan “Mbah Google” merupakan guru dengan murid paling banyak. Itu karena dengan mesin pencari itu semua informasi bisa diperolah. Karena itu pula Balai Telekomunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ memperbaiki laman jogjabelajar.org.

Sempat mati suri, laman jogjabelajar.org akhirnya direnovasi oleh Google. Melalui Program Sinergi Google for Education dan Jogjabelajar Jogja Smart Education.

Kepala Balai Tekkomdik Disdikpora DIJ Isti Triasih mengatakan sinergi tersebut sesuai dengan misi Jogjakarta sebagai pusat pendidikan pada 2025.

“Kerjasama ini juga dalam rangka menyongsong revolusi pendidikan 4.0 dan mensukseskan program Jogja Smart Education untuk mewujudkan pendidikan Jogja kelas dunia,” ungkapnya di sela peluncuran di Kantor Disdikpora DIJ Jumat (23/11).

Pengguna jogjabelajar.org secara otomatis dapat menggunakan seluruh aplikasi produktivitas untuk pendidikan yang terdapat di Google. Melalui akun pengguna yang berakhiran nama domain @jogjabelajar.org.

“Dukungan 7×24 jam menjadi perhatian utama Google memberikan layanan kepada pengguna dan kami tanggapi sangat positif kerjasama ini,” paparnya.

Selain berkolaborasi dengan Google, Balai Tekkomdik juga memiliki layanan khusus yaitu JB Class. Aplikasi tersebut merupakan learning management system berbasis website. Dirancang sebagai media tambahan atau pengayaan pembelajaran yang melengkapi pembelajaran konvensional melalui kelas maya.

Sejak dirilis pertama kali pada 2015 saat ini JB Class memiliki 27.631 pengguna, 4.842 kelas online, dan 8.204 konten pembelajaran.

Tak hanya itu, Balai Tekkomdik juga meluncurkan konten edukasi berbasis video/audio yakni empat film pendidikan untuk jenjang SMA dan SMK, dua film pendidikan untuk penanganan Anak Berkebutuhan Khusus, 30 media bahan siar radio, aplikasi JB Class Istimewa serta aplikasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus. (ita/pra/by/mg3)