BANTUL – Pemkab Bantul masih berkutat dengan berbagai program pengentasan angka kemiskinan. Sebab, angka kemiskinan di Bumi Projotamansari masih di angka 14,07 persen. Alias berada di atas standar nasional. Di mana saat ini hanya di angka 9,82 persen. Di sisi lain, indikator kinerja utama (IKU) bupati menargetkan angka kemiskinan pada 2021 harus berada di angka 8,82 persen.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut perlu terobosan program baru untuk mengurangi angka kemiskinan. Di antaranya dengan mencukupi kebutuhan kalori warga kurang mampu. Itu lantaran salah satu indikator ukuran angka kemiskinan adalah kecukupan kalori yang dikonsumsi.

”Program ini dimulai tahun depan,” jelas Halim di kompleks Parasamya Kamis (22/11).

Halim tidak menyebut detail program baru ini. Yang pasti, pemkab telah mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar pada APBD 2019 untuk program itu. Sasaran utamanya adalah 1.500 warga miskin absolut.

”Seperti lansia, janda, dan duda yang tak punya anak,” ucapnya.

Menurutnya, pemkab sengaja menjadikan warga miskin absolut sebagai sasaran utama program ini. Sebab, mereka tak lagi dapat diberdayakan. Mereka sulit disentuh dengan berbagai program pengentasan kemiskinan berupa pemberdayaan.

”Kesejahteraan mereka menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Fenty Yusdayati menambahkan, pemkab tidak hanya fokus mengurangi angka kemiskinan. Melainkan juga mengurangi jumlah penduduk miskin. Namun, target itu harus disertai dengan berbagai upaya.

”Di antaranya dengan memeriksa validitas data,” katanya.

Bekas kepala DPPKAD Bantul ini menegaskan, pemeriksaan validitas data kemiskinan penting. Itu untuk memastikan apakah angka kemiskinan di Kabupaten Bantul benar-benar menyentuh 14,07 persen atau tidak. Sebab, ada berbagai kemungkinan saat pendataan. Contohnya, kepala keluarga mampu tercatat sebagai warga miskin. Atau sebaliknya.

”Saya yakin tidak sebanyak itu datanya,” tuturnya.

Dari itu, Fenty berkomitmen bakal memperbaiki data angka kemiskinan. Caranya berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. (ega/zam/er/mg3)