MAGELANG-Masyarakat RW 9 dan RW 10 Kelurahan Cacaban, Magelang Tengah meminta kebijakan kepada pengelola Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng (TKL). Mereka minta diberi akses jalan menuju beberapa lokasi, yang berada di obyek wisata tersebut. Warga keberatan dengan dilakukannya pemagaran beton tanpa adanya akses jalan bagi warganya untuk masuk ke TKL.

“Kami tentu saja keberatan,’’ kata Ketua RT 7 RW 9 Kelurahan Cacaban Sukarmo. Alasannya, karena secara historis, sebelum menjadi Taman Kyai Langgeng dan masih menjadi Taman Bunga wilayah Kyai Langgeng itu menjadi tempat bermain warga.

Menurut Sukarmo, di dalam TKL ada sebuah sungai, yakni Sungai Bangkong, yang sering menjadi salah satu tempat masyarakat untuk mencuci dan memancing ikan. Sungai yang airnya cukup jernih tersebut juga sering dimanfaatkan untuk mandi dan cuci oleh warga.”Kalau di tutup kan kami tidak dapat masuk ke sana. Padahal, ada nilai historis yang harusnya tidak serta merta ditinggalkan,” ujarnya.

Namun demikian, wargapun tidak keberatan jika memang dipagari dengan beton asalkan ada akses jalan. Ini agar mereka bisa mencari ketenangan dengan menikmati lingkungan di dalam Kyai Langgeng. “Jika ada pintu masuknya kan kami masih bisa masuk untuk sekadar memancing di sungai Bangkong atau sekedar duduk-duduk untuk menyegarkan otak,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Subakdono. Dia bercerita jika seringkali ada ayam warga yang masuk ke dalam taman dengan melompati pagar yang tingginya mencapai empat meter tersebut. Akhirnya ayam tersebut kan tidak bisa keluar. Jika tidak ada pintunya lalu bagaimana mereka bisa masuk untuk mengambil ayam itu.”Maka dari itu penting sekali untuk dikasih pintu,” jelasnya.

Bahkan dia tidak keberatan jika memang harus membayar setiap kali masuk ke dalam TKL jika telah difasilitasi dengan pintu masuk.”Daripada harus melewati pintu masuk yang jauhnya hampir sekitar 3 Km,” tegasnya.

Pernyatan tersebt terungkap dalam audiensi yang digelar pihak Kelurahan Cacaban antara warga dengan pihak TKL, Senin (19/11) lalu. Hadir Direktur TKL Edy Susanto Purnomo, Penasehat TKL Muji Rohman, Anggota DPRD Kota Magelang HIR Jatmiko, Wakapolsek Magelang Tengah Ipda Sukardiyana dan lainnya.

Namun demikian hasil audiensi itupun tidak mendapatkan sebuah solusi dari permasalahan yang selama ini membuat warga resah. (dem/din/er/mg3)