JOGJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja terus berupaya untuk menanamkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Termasuk bagi penggiat literasi lingkungan. Untuk pertama kalinya, literasi lingkungan masuk dalam ajang Anugrah Lingkungan Hidup Kota Jogja 2018.

Pada ajang yang diselenggarakan tiap tahun itu, setidaknya ada 63 kelas penghargaan yang diberikan. “Pada ajang kali ini kita memberi apresiasi untuk literasi lingkungan. Yakni erat maknanya dengan pemikiran,” kata Kepala DLH Kota Jogja Suyana di sela penyerahan penghargaan di kantor DLH Kota Jogja Kamis (22/11).

Suyana menganalogikan literasi lingkungan dengan penulis naskah sinetron. Baginya, sinetron yang buruk dikarenakan oleh penulisnya. Sebab, sang penulis tidak mampu memberi wawasan. Begitu pun sebaliknya. “Nah, penulis skenario terkait lingkungan itulah yang kita berikan penghargaan,” ujarnya.

Dia mengambil contoh beberapa kalangan masyarakat yang telah mulai menggiatkan literasi lingkungan. Abinaya Ghina Jamela misalnya, membuat buku kumpulan puisi yang terinspirasi dari lingkungan. Ada pula Imam, salah seorang warga yang tinggal di Jalan Dipokusuman Keparakan, membuat buku berisi bermacam-macam tanaman dan pepohonan di Kota Jogja. Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada beberapa sekolah dan pondok pesantren yang berwawasan lingkungan.

Juga tiga kecamatan yang mendapatkan predikat Adipura dari DLH. Yakni Kecamatan Gondomanan, Kecamatan Danurejan, dan Kecamatan Jetis. Mantan Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja itu menekankan, pengharagaan yang diberikan bukan secamam perlombaan. Tapi penilaian atas kecamatan yang memenuhi passing grade.

“Semoga mereka bisa terus menjaga kebersihan. Kan ya malu kalau nggak bisa mempertahankan,” ujarnya.

Pemkot Jogja juga turut bangga atas hadirnya ajang Anugrah Lingkungan Hidup tersebut. Terlebih, acara itu juga dianggap mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Pendidikan literasi lingkungan hidup nampaknya menjadi salah satu jawaban upaya pelestarian,” ujar Sekretaris Daerah Kota Jogja Titik Sulastri.
Selain itu, Sekda perempuan pertama Kota Jogja itu mengungkapkan, Pemkot memberikan apresiasi kepada insan penggiat lingkungan. Baik yang dilakukan secara lisan, tulisan, dan perbuatan. “Penghargaan ini hendaknya dilanjutkan untuk mengajak partisipasi masyarakat,” tuturnya. (cr9/pra/zl/mg3)