DIREKTUR Perusahaan Daerah Objek Wisata Taman Kyai Langgeng (PDOW TKL) Kota Magelang, Edy Susanto Purnomo, menyerahkan sepenuhnya persoalan pemagaran beton tersebut ke Pemkot Magelang. Secara tidak langsung dia menyerahkan persoalan tersebut ke Dewan Pengawas PDOW TKL yang diketuai Asisten 1 Mujirohman. “Sebagai pelaksana saya manut saja nanti keputusan dari pimpinan seperti apa. Yang jelas, pembatas ini sudah sesuai rencana dan dalam rangka pengembangan kawasan agar TKL semakin diminati,” kata Edy Susanto.

Edy menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan pihaknya membangun pagar pembatas yang sangat berdekatan dengan rumah-rumah warga itu. Selain faktor keamanan, juga kenyamanan seiring dengan akan dibuatnya wahana baru berupa Air Niagara dan Mini Zoo di kawasan tersebut. “Kami sudah ada investor dari Jakarta. Lokasi yang tepat berada di sisi barat agak ke utara yang juga dekat dengan hutan jati. Apalagi terdapat sungai kecil yang pas untuk wahana air,” katanya.

Di area sekitar hutan jati ini juga, akan dibuat Mini Zoo yang menghadirkan koleksi sejumlah hewan yang bisa berinteraksi dengan pengunjung. Seperti rusa dan aneka jenis burung yang diharap makin meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan. “Nah, pagar pembatas ini jadi upaya kami meningkatkan keamanan. Selain juga guna meminimalisasi arus masuknya wisatawan ilegal melalui kawasan perkampungan tersebut yang pernah terjadi sekian tahun silam,” jelasnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Magelang, Waluyo mengatakan, masalah protes warga tersebut tidak perlu sampai diputuskan di tingkat pimpinan baik dewan pengawas maupun wali Kota Magelang. Direktur PDOW TKL dinilai bisa memutuskan sendiri solusi atas masalah ini. “Tidak perlu sampai dewan pengawas atau bahkan wali kota yang menyelesaikan masalah ini.”Dipikir mereka tidak ada kerjaan lain apa?” ujarnya.

Waluyo yang juga anggota Komisi B, yang membidangi BUMD-BUMD Pemkot Magelang, menilai wajar warga mengajukan protes atas pembuatan pagar yang tinggi itu, karena berbagai alasan. Pengelola TKL juga dinilai wajar membuat pagar itu dengan alasan keamanan dan sebagainya.

“Masalah ini sebenarnya tidak perlu jadi polemik. Ada banyak solusi kok yang bisa ditawarkan, seperti dibuatkan pintu dan ditempatkan petugas keamanan. Pintu ini bisa dibuka-tutup sesuai jadwal yang dibuat,” tandasnya. (dem/din/er/mg3)