JOGJA – Pentingnya toleransi untuk menjaga kesatuan dan persatuan NKRI menjadi tema yang diambil dari dialog interaktif acara Srawung Warga Selasa Wage Selasa (20/11) malam. Kegiatan tersebut berkaitan dengan hari toleransi internasional diperingati setiap tanggal 16 November.

Dalam kegiatan yang digelar tiap selasa wage itu juga diinisiasi Dinas Pariwisata DIY. Hadir sebagai narasumber DR.Purwadi M.Hum salah satu dosen UNY dan Gus Nas atau Nasrudin Anshory pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Giri Imogiri kabupaten Bantul.

Srawung Warga Selasa Wage ini dilaksanakan setiap 35 hari dan bertepatan dengan komunitas Malioboro seperti pedagang kaki lima (PKL) meliburkan diri dari aktivitas ekonomi.

Srawung Warga Selasa Wage dilaksanakan di pedestrian Malioboro menghadirkan media wayang dan segenap mahasiswa UNY fakultas Seni dan Bahasa. Purwadi narasumber sekaligus dalang dalam pagelaran wayang, memberikan pemahaman mengenai pentingnya toleransi.

Sedang saat dialog interaktif Gus Nas memaparkan berbagai rumpun, suku etnis dan kebudayaan dan sifat-sifat religi di seluruh Indonesia. Menurut dia keberagaman itu bukanlah suatu hal yang perlu diperdebatkan melainkan menjadi suatu kekuatan untuk menciptakan toleransi yang menyeluruh disemua sisi untuk menjaga keutuhan negara Indonesia.

Sedang Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dispar DIY Wardoyo menuturkan, kegiatan digelar di area pedestrian Malioboro ini untuk memberikan ruang atau informasi, baik yang bersifat kebijakan Pemerintah, arahan ataupun informasi.

“Acara ini memberikan ruang informasi kepada masyarakat tentang betapa pentingnya toleransi sebagai kekuatan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI karena budaya dan agama memiliki kekuatan yang erat,” jelasnya. (*/a1/pra)