JOGJA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di DIJ harus bisa naik kelas, baik dari sisi kualitas produk, pemasaran, dan manajemen. Terlebih akan ada bandara baru tertaraf internasional, New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

Berangkat dari situ, BI Perwakilan DIJ melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM, termasuk dalam hal pemasarannya. ”Mempersiapkan UMKM menyambut bandara baru. UMKM harus bisa mendukung pariwisata DIJ dan menjawab tantangan serta peluang era bisnis digital termasuk tren halal lifestyle,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIJ Budi Hanoto dalam acara Grebeg UMKM 2018 di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Jumat (23/11).

Dalam gelaran tahunan ini, BI mengajak 49 UMKM. Sebelumnya para pelaku UMKM ini diseleksi dan didamping. Tak hanya itu mereka juga diberi pelatihan e-commerce dan mengurus sertifikat halal. ”Pada Grebeg UMKM kali ini ada 16 di kategori food, 14 kategori fashion, 19 craft. ”Ada 16 UMKM binaan BI Perwakilan DIJ juga,” jelasnya.

Menurutnya, dengan mengusung konsep ”naik kelas”, Grebeg UMKM 2018 ini mengambil tema Jogja Sambut Bandara Baru : Menembus Pasar Dunia Tanpa Batas. Mendorong UMKM berbasis  E-commerce, Digital Marketing & Halal Life Style.

 

”Kegiatan Grebeg UMKM Tahun 2018 di-design sedemikian rupa sehingga peserta bisa memperoleh manfaat yang lebih banyak lagi dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya,” ungkapnya.

Sebab, ke depan diharapkan UMKM DIJ lebih siap menjawab tantangan dan peluang dari perubahan bisnis di era digita. Juga  harus  siap beradaptasi dengan tren halal lifestyle dan mandatory Undang-undang Jaminan Produk Halal pada tahun 2019,

”UMKM DIJ harus ”naik kelas” untuk mendukung Sektor Pariwisata dengan hadirnya New Yogyakarta Internasional Airport,” tuturnya.

Sementara itu, dalam gelaran UMKM itu ada banyak pelaku usaha dari Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo yang ikut serta. Di antaranya, Naray.co yang miliki produk sepatu anak muda asal Sleman. Ada juga, JK Original yang merupakan kacamata dari kayu yang diproduksi oleh Iyos Pramana di Kulonprogo, Griya Cokelat dari Gunungkidul, serta produk tas leather bag, dan produk kecantikan lainnya. (ila)