JOGJA – Dema Justicia Fakultas Hukum UGM mengajak intelektual muda untuk kembali memperkenalkan hak asasi manusia (HAM). Diantaranya dengan menyadarkan masyarakat tentang kejamnya praktek perdagangan manusia.

Kampanye tersebut dilakukan dengan aksi teatrikal yang digelar di Titik Nol Kilometer Jogja Kamis (22/11). Aksi tersebut sekaligus untuk memperingati hari HAM 10 Desember nanti.

Koordinator aksi Fanya Diamanta menjelaskan selain bertujuan untuk menyadarkan ke masyarakat tentang kejamnya perdagangan manusia, juga memberi pemahaman dan pengertian terkait HAM. Menurut dia HAM saat ini masih diartikan sempit oleh masyarakat.

“Salah jika HAM diartikan sebagai hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapapun selam dia disebut sebagai manusia,” tegasnya.

Dalam perdagangan manusia, seseorang mendapat kekerasan, eksploitasi seksual bahkan perbudakan yang dilakukan berulang kali.

“Keberadaanya (HAM) sudah seharusnya diakui dan dihormati, oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya. (cr5/pra/zl/mg3)