SLEMAN- Ambisi besar PSS Sleman untuk naik kasta ke Liga 1 hanya tinggal selangkah lagi. Impian yang telah lama dirindukan itu sudah di depan mata. Namun, target itu masih harus dilalui lewat babak semifinal Liga 2.

Super Elang Jawa (Elja) julukan PSS Sleman memastikan diri lolos ke semifinal berpesta gol ke gawang Persiraja Banda Aceh 5-0 di Stadion Maguwoharjo Rabu (21/11). Atas raihan tiga angka tersebut, PSS Sleman kini memuncaki klasemen akhir Grup B babak delapan besar dengan nilai 10.

Di posisi runner up Persita Tangerang yang secara mengejutkan mengandaskan Madura FC di Stadion Ahmad Yani dengan skor 2-1. Persita mengantongi nilai sama dengan PSS. Hanya, PSS Sleman menang head-to-head. Di semifinal, Super Elja akan kembali bertemu lawan lama Kalteng Putra. Sementara Pendekar Cisadane- julukan Persita Tangerang meladeni juara grup A Semen Padang. “Hasil yang sangat melegakan,” kata pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara usai laga.

Seto menegaskan kemenangan di laga kemarin (Rabu) bukanlah akhir laga. Sebab, PSS masih harus menjalani laga berat saat bertemu Kalteng Putera di laga Semifinal Minggu (25/11) mendatang. Dia pun meminta kepada anak asuhnya untuk tetap fokus hingga target tercapai. “Waktu persiapan kami tidak banyak. Fokus kami sekarang ada di laga selanjutnya,” jelasnya.

Seto menegaskan kemenangan besar kali ini merupakan kerja keras semua pemain. Para pemain, dapat menikmati permainan di tengah beban yang begitu berat. “Saya apresiasi kerja keras pemain,” jelasnya.

Seto pun mengapresiasi dukungan suporter yang memadati stadion. Awalnya, Seto mengaku cukup cemas dengan tekanan suporter yang memadati stadion. “Namun ternyata anak-anak bisa menjadikan sebagai motivasi,” jelasnya.

Bermain dengan stadion yang sesak oleh suporter, PSS Sleman tampil kesetanan. Rifal Lastori dkk menekan sejak babak pertama. Gonzales membuka keran gol bagi PSS saat pertandingan memasuki menit ke-11. Tanpa pengawalan Gonzales dengan mudah menceploskan bola umpan silang mendatar dari Rangga Muslim.

Persiraja sendiri bukan tanpa perlawanan. Kombinasi serangan Azka Fauzi dan Andre Abubakar kerap merepotkan barisan pertahanan PSS. Andre nyaris menyamakan kedudukan. Sayang sepakan memanfaatkan umpan silang Victor Pae di menit ke-22 melenceng tipis di sisi kanan gawang PSS yang dikawal Ega Rizky.

Okestra PSS baru terlihat ciamik saat memasuki babak kedua. Koreografi yang dibentangkan dari sisi selatan tribun Maguwo, nampaknya membuat pemain terlecut. Sebuah koreo menggambarkan seorang yang sedang santai di pantai dengan menegak minuman dari botol. Di sertakan pula tulisan enjoy. “Babak pertama kami main agak tertekan. Di babak kedua justru kami bisa bermain santai dan lepas,” tambah Seto.

Benar saja, bermain lebih lepas, Super Elja mampu menceploskan empat gol tambahan. Tiga gol diciptakan dalam waktu lima menit saja. Gonzales, mencatatkan brace di babak kedua hanya dalam dua menit saja (55′ dan 57′).

Tiga menit berselang, gelandang Dave Mustaine mencatatkan gol keempat bagi tuan rumah di menit ke-60. Gol penutup PSS Sleman lewat cantik Aditya Putra Dewa, satu menit menjelang bubaran. Tendangan bebas dari jarak 35 meter meluncur deras ke tiang jauh gagal ditepis kiper Persiraja Herlian Arif.

Pelatih Persiraja Banda Aceh Akhyar Ilyas mengaku kecewa atas hasil yang diterima. Dia pun mengungkapkan kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit Steven Yubil selama jalannya pertandingan.”Kita lihat sendiri, kalau pemain mereka terjatuh kami dapat pelanggaran atau kartu,” jelasnya.

Saat disinggung soal lima gol yang bersarang ke timnya, Akhyar menjelaskan, bahwa strategi bermain menyerang yang diterapkan menjadi bumerang. Sebab, dia memita kepada anak asuhnya untuk bisa mengamankan poin minimal satu.

“Kami ke sini untuk mencari angka. Karena kami tahu hasil di Madura akan berakhir seperti ini,” jelasnya.

Ya, sebenarnya Persiraja bisa saja lolos ke babak semifinal. Dengan catatan, Madura FC mampu mengandaskan Persita Tanggerang di kandang sendiri. Namun kenyataannya, Pendekar Cisadane mampu mengungguli Madura FC di laga tandang. “Kita tahu Madura FC sejak pertama tim yang sulit dikalahkan di kandang, tapi hasilnya? Ini harus menjadi perhatian bagi PSSI,” imbuh Akhyar dengan nada kesal. (bhn/din/rg/mg3)