JOGJA – Setelah sukses dengan pasar di Jakarta, salah satu operator ruang kerja di Indonesia, CoHive kini merambah pasar Jogjakarta. Rencananya, pada Februari tahun depan sudah membuka tempat di Lantai 3 Hartono Mall.

Platform untuk ruang kerja bersama atau co-working space akan menjadi layanan andalan yang menaungi layanan ruang kerja (CoHive CoWorking and Offices), co-living (CoHive Co-Living and Residences), dan jaringan toko ritel terbaru (CoHive Marts and CoHiveX). Saat ini CoHive mengoperasikan lebih dari 32.000 meter persegi ruang kerja komunal yang tersebar di 22 lokasi di Jakarta dan Medan.

CEO CoHive Carlson Lau mengatakan, ada tiga lini bisnis CoHive salah satunya coworking space. Yaitu cara mencari mitra dengan memperbanyak komunitas. Salah satu misi CoHive adalah mengkoneksikan banyak kota.

”Kami sudah buka di Jakarta, menyusul Medan, Jogjakarta dan rencana di Bali, Semarang dan Makassar. Ini akan jadi wadah banyak pengetahuan, banyak orang berinteraksi,” katanya kepada wartawan, Kamis (22/11).

Lau menjelaskan, salah satu fokus CoHive adalah pada usaha rintisan start-up dan UKM. Serta fokus di Indonesia dengan membuka tempat di beberapa kota. Harapannya bisa berkonektivitas dengan komunitas untuk membuat bisnis.

”Jogja salah satu yang potensial. Karena banyak mahasiswa, freelance, dan start-up. Juga banyak industri kreatif. Namun dirasa belum ada tempat yang memadai untuk mewadahi perkembangan industri kreatif itu,” jelasnya.

Terkait pemilihan lokasi di mal, Lau menyebut, banyak anak muda yang masih kerap mengunjungi mall. Dengan banyaknya tennant, juga akan banyak interaksi dan hal pendukung. Di samping juga lokasi yang dipilih dekat dengan kampus dan tempat tinggal mahasiswa.

”Dengan Rp 50 ribu, tidak ada batasan jam mahasiswa bisa mengerjakan tugas di tempat kami. Selain juga ada tempat juga untuk usaha rintisan yang ingin memiliki kantor atau ruang kerja. Dilengkapi games room, fun area dan free minuman,” tambahnya.

Salah satu penulis Bernard Batubara mengatakan, tempat yang nyaman dan kondusif menjadi kebutuhan bagi penulis. Namun sementara ini masih mengandalkan coffee shop. Sayangnya, jika memerlukan tempat yang lebih tenang untuk fokus menulis, kerap terganggung dengan suara-suara obrolan pengunjung lain.

”Working space sebagai tempat bekerja sendiri bisa jadi solusi. Bagi yang perlu ruang khusus aman nyaman setiap hari yang berkutat dengan laptop untuk menulis. Sulit kalau tidak punya tempat yang save. Jogja sebagai kota yang banyak pekerja lepas di berbagai bidang mebutuhkan tempat seperti CoHive,” katanya.

Untuk CoHive di Hartono Mall Jogja, memiliki 25 private office yang dapat menampung 180 orang, tiga meeting room yang dapat menampung 130 orang. (obi/riz/ila)