MAGELANG- Dinas Sosial Pemkot Magelang menyerahkan bantuan 10 kursi roda untuk para penyandang disabilitas. Selain itu juga diserahkan bantuan peralatan penunjang pemberdayaan ekonomi bagi empat orang penyandang disabilitas.

Kepala Dinsos Pemkot Magelang Hardi Siswantono menjelaskan, dengan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian para penyandang disabilitas dalam berkarya, beraktivitas sehari-hari dan meningkatkan pemberdayaan ekonomi. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, momentum ini sebagai perwujudan upaya Pemkot Magelang dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas sesuai amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas “Ini untuk kesejahteraan penyandang disabilitas,” tuturnya.

Para penerima bantuan kursi roda adalah Fatimathus Zahra, Muhammad Shochib Choirul Amri dan Asep Rachmanjaya dari Kelurahan Jurangombo Selatan. Kemudian Hartati, Budiyanto dan Kotiyah dari Rejowinangun Utara, Suhardono (Rejowinangun Selatan), Supriyadi (Tidar Selatan), Sadi Suwito (Wates) dan Marsudi Slamet (Cacaban). Sedangkan empat orang penerima bantuan peralatan penunjang pemberdayaan ekonomi adalah Sudaryati (Rejowinangun Utara), Siti Purwanti Wardani (Rejowinangun Utara), Setiyono Luhur Budiyanto (Magelang), dan Anis Magfiroh (Kelurahan Tidar Selatan).

Salah satu penerima bantuan kursi roda, Hartati mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Dengan adanya kursi roda ini dapat lebih mempermudah dalam beraktivitas sehari-hari.

Penyuluh Sosial Muda Dinsos Pemkot Magelang Dwi Ambar Pratiknyo menambahkan, pihaknya melaksanakan pendampingan dalam membantu para penyandang disabilitas agar lebih berdaya, mandiri dan mampu melaksanakan fungsi sosial di masyarakat. Karena penyandang disabilitas adalah aset bangsa dan sudah kewajiban pemerintah untuk mendukung mereka dalam menjalankan fungsi sosial di lingkungan masyarakat.

Selain itu juga berupaya mengakseskan sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas. “Meskipun dalam keterbatasan, mereka tetap berhak mendapatkan pelayanan yang sama seperti masyarakat umumnya,” tandas Dwi Ambar.(dem/din/by/mg3)