Guna mempererat sekaligus memperbanyak kerja sama, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan diskusi Government Gathering, Selasa (20/11). Sedikitnya, 12 pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Asri Medical Center (AMC) lantai tiga ini.

WAKIL Rektor V Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional UMY, Prof Achmad Nurmandi mengatakan, pertemuan antara kepala daerah dengan UMY tersebut untuk mempererat dan memperbanyak kerja sama.

Pihaknya berharap, UMY lebih dapat melembagakan kerja sama dalam kegiatan riil. Sehingga bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Antara program studi di UMY dengan mitra, terus mengeluarkan hasil.

“Kegiatan seperti ini perlu dilakukan terus. Sehingga prodi dapat bekerja sama dengan pemda. Apa yang dapat dikerjasamakan, bisa menimbulkan transaksi sosial, komunikasi, dan ekonomi yang menguntungkan banyak pihak,” ujarnya.

Achmad mencontohkan, saat mahasiswa UMY melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Lombok, mereka dapat memunculkan potensi daerah setempat, yaitu potensi Lombok sebagai penghasil kopi. Dengan ide kreatif mahasiswa, kopi hasil petani tersebut dikemas seperti kopi kemasan yang menarik, diberi merk dan harga naik hingga tiga kali lipat.

“Itu salah satu ide. Apalagi kopi sekarang sedang banyak dicari, dan jadi gaya hidup. Sasaran di Lombok, karena banyak wisatawan. Itulah hasil dari saling interaksi. Juga produk lain yang dapat diciptakan dari kegiatan intelektual di kampus,” jelasnya.

UMY memiliki produk kreatif yang bisa diaplikasikan. Sebagai contoh, hasil penelitian dan kreativitas mahasiswa, seperti batu bata kualitas unggul, pupuk yang dapat diproduksi di daerah de ngan keahlian yang dimiliki perguruan tinggi. “Sinergitas ini perlu terus berkembang, karena pemerintah perlu terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” kata Achmad.

Kepala Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional UMY, Eko Priyo Purnomo, M.Sc., M.Res., Ph.D menambahkan, UMY ingin membangun kerja sama yang lebih baik dengan banyak pihak, khususnya pemda. Menurutnya, sampai saat ini, total sudah ada 116 kerja sama luar negeri, dan 93 kerja sama dalam negeri.

“Sesuai dengan tema milad Muhammadiyah, tolong menolong membangun negeri. Saling belajar, memahami potensi dan tantangan yang dihadapi. Kami punya SDM, keahlian dan pengetahuan yang dapat kami bagi. Sehingga dapat bersinergi,” ujar Eko.

Sementara itu, dengan 40 prodi yang dimiliki UMY, pihaknya berharap pertemuan selanjutnya antara pemda dan UMY bisa diintensifkan dengan pertemuan yang lebih simultan. (*/riz/jko/mg3)