JOGJA – Kemacetan yang selalu terjadi di jalanan Kota Jogja saat liburan, masih terus dicarikan solusinya. Salah satu yang dituding menjadi penyebab kemacetan di dalam kota adalah keberadaan bus besar.

Terkait hal itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Sigit Sapto Raharjo pun mengusulkan memindahkan Gembira Loka (GL) Zoo untuk dijadikan lokasi kantong parkir. “Kalau GL Zoo dipindah kan di sana bisa dijadikan kantong parkir milik Pemkot Jogja sendiri, pemasukan parkir juga untuk Kota Jogja,” ujarnya Selasa (20/11).

Sigit mengatakan untuk pemindahan GL Zoo bisa ke luar Kota, semisal Bantul, Gunungkidul maupun Kulonprogo, yang saat ini sedang berkembang. “Juga mengurangi kepadatan lalulintas di sekitar GL Zoo sendiri,” ungkapnya.

Mantan penjabat Bupati Bantul itu mengaku mendukung upaya penataan lalulintas di Kota Jogja, dengan melarang bus besar masuk Kota. Itu juga berdasarkan pengalamannya yang pernah secara manual menghitung bus dari Gedongkuning hingga parkir Senopati, yang mencapai sekitar 200 bus. Konsep drop off penumpang dinilai juga tidak efektif. “Saat menurunkan atau menaikan penumpang di belakangnya sudah antre bus, ya sama saja bikin macet,” tuturnya.

Jika bus dilarang masuk Kota, bagaimana dengan wisatawan? Sigit menyebut kendaraan shutle seperti Si Thole yang ada di Jeron Beteng. Kebetulan Dishub DIJ juga sudah menyiapkan shutle bus. Kendaraan dari hotel atau travel juga bisa dimanfaatkan untuk menjemput wisatawan dari kantong parkir yang ada. “Kalau mau masuk Kota dengan becak atau andong juga boleh,” ungkapnya.

Konsep tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan anggota DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro. Politikus Partai Golkar itu meminta Pemkot Jogja secepatnya melakukan kajian terhadap pembatasan kendaraan berdimensi besar masuk Kota Jogja termasuk lokasi pool kendaraan. Dirinya mengusulkan agar pool kendaraan di sisi selatan, bisa memanfaatkan Terminal Giwangan.

Bambang juga yakin pembatasan kendaraan berdimensi besar, termasuk bus pariwisata tidak akan menurunkan jumlah wisatawan. Tapi justru akan meningkatkan kunjungan. Dengan kendaraan yang lebih kecil atau shuttle bus, wisatawan akan diajak mengunjungi Pasar Seni dan Kerajinan XT-Square, Pakualaman hingga Malioboro. (cr5/pra/zl/mg3)