GUNUNGKIDUL – Bawaslu Gunungkidul menaruh perhatian serius terhadap calon pemilih pemula. Sebab, calon pemilih pemula yang saat ini masih berstatus sebagai pelajar itu belum memiliki e-KTP.

Komisioner Bidang Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Gunungkidul Rosita berharap persoalan itu segera diselesaikan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul harus segera melakukan perekaman e-KTP. Maksimal tahun ini.

”Total ada 3.000 calon pemilih pemula. Jangan sampai mereka kehilangan hak pilihnya,” tegas Rosita saat dihubungi Selasa (20/11).

Menurutnya, PR disdukcapil tidak hanya seputar perekaman e-KTP bagi calon pemilih pemula. Melainkan juga perekaman terhadap wajib KTP yang masih ”tercecer”. Mengacu pencermatan bawaslu, masih ada 2 persen wajib KTP yang belum melakukan perekaman. Dari 608,367 wajib KTP, yang sudah melakukan perekaman 594,147 orang.

Sekretaris Disdukcapil Gunungkidul Virgilio Soriano mengakui ada PR yang harus diselesaikan. Terutama, perekaman terhadap calon pemilih pemula yang telah menginjak usia dewasa. Namun, ada banyak kendala yang ditemui dinas. Antara lain, siswa jarang berada di sekolah lantaran mengikuti praktik kerja lapangan.

”Kesadaran siswa (untuk melakukan perekaman) juga masih rendah,” keluhnya.

Kendati begitu, Virgilio mencatat jumlah calon pemilih pemula yang telah melakukan perekaman cukup lumayan. Dari 3.000 siswa, 1.200 di antaranya telah melakukan perekaman.

”Sisanya kami targetkan selesai sebelum pemilu,” tegasnya.
Menurutnya, dinas juga melakukan jemput bola perekaman terhadap wajib KTP lainnya. Seperti penyandang disabilitas dan lansia. (gun/zam/by/mg3)