SLEMAN – Qur’an Training Center (QTC) Al-Mady mengelar Khotaman dan Imtihan Tartil Tahfidz Juz 30 Turjuman Alquran A & B. Acara dilaksanakan di Gedung Grha Sarina Vidi Jalan Magelang, Sleman Selasa (20/11).

Kegiatan tersebut untuk menamatkan proses belajar para santri. Sekaligus menguji hasil belajar sebanyak 50 santri di depan publik.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo (SP), Kakanwil Kemenag DIY Muhammad Luthfi Hamid, GBPH Yudhaningrat, dan ustad Berry El Makky. Hadir pula founder Riil Hijrah serta para ulama, di antaranya Gus Hadi, Kiai Mararusli, Ustad Syatori Abdurrauf, dan Ustad Salim A. Fillah.

Para santri terklasifikasi dengan warna selempang yang dipakai. Merah untuk 21 santri kategori tamat tartil. Hijau untuk 20 santri kategori turjuman A. Hitam untuk sembilan santri kategori turjuman B.

Khotaman dilaksanakan dengan pembacaan surat-surat pendek. Dilanjutkan pembacaan doa khataman. Kemudian proses imtihan atau ujian dipandu Ustad Iswahyudi dan Ustad M. Nidauddin.

Sesi tersebut memberi kesempatan audiens yang ingin menguji para santri. Memberikan pertanyaan seputar ayat Alquran, makna, dan intisarinya.

Kemudian ada sesi Salam Ta’dhim atau sungkem kepada orang tua santri, ustad dan ustadzah. Sekaligus tausyiyah oleh Ustad Berry El Makky.

Berry mengatakan pentingnya anak-anak dan orang tua bekerja sama belajar Alquran dengan baik. Sesuai kaidah yang ada dan mengerti isinya agar lebih dekat dengan Alquran.

Kukuh mengatakan, memelajari Alquran hendaknya dengan metode yang benar. ‘’Salah satunya metode ummi yang berprinsip belajar dengan mudah, menyenangkan dan menyentuh hati sesuai standar Al Mady,’’ kata pimpinan QTC Al-Mady tersebut.

Sedangkan Masruri mengatakan pentingnya anak-anak muslim mampu mengaji seperti santri QTC Al Mady. “Lembaga ini (QTC Al Mady) terdapat berbagai macam golongan di dalamnya,’’ kata direktur Ummi Foundation tersebut. (**/mg7/iwa/zl/mg3)