SLEMAN – Raihan kemenangan bagi PSS Sleman saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Maguwoharjo sore hari ini tidak bisa ditawar lagi. Memori kelam musim lalu harus dijadikan pelajaran bagi skuad Super Elja-julukan PSS Sleman untuk terbang tinggi menuju kasta tertinggi Liga Indonesia.

Ya, Laskar Rencong menjadi halangan terakhir Christian Gonzales dkk di babak delapan besar Liga 2 Indonesia. Kemenangan menempatkan Super Elja ke puncak klasemen Grup B Liga 2. Sementara posisi runner up bergantung pada laga Madura FC kontra Persita Tangerang di Stadion Ahmad Yani Sumenep, di waktu yang sama.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara menyatakan laga hari ini akan sama seperti laga sebelumnya. Yakni wajib memenangkan pertandingan. Diakui target kemenangan menjadi beban bagi para pemain. Namun, dengan kemenangan meyakinkan saat melawan Persita Tangerang, sedikit mencairkan situasi. ”Harapannya bisa mereka main lepas, tapi juga harus bisa impresif dan bisa mengatur irama,” kata Seto di Stadion Maguwoharjo Selasa (20/11).

Nah, untuk bisa memenangkan laga, kunci terpenting menurut Seto adalah para pemain bisa mengatur irama permainan. Termasuk, memanfaatkan setiap peluang untuk bisa dikonversi menjadi gol.

Persiraja yang kini memiliki poin sembilan, dipastikan akan banyak bermain sepak bola negatif untuk mengamankan satu poin. Tak ada kata lain bagi Rifal Lastori dkk, untuk bisa membongkar pertahanan berlapis yang akan diterapkan oleh anak asuh Akhyar Ilyas itu.

Seto pun mengakui Persiraja memiliki bek yang cukup kokoh. Keberadaan Luis Irsand dan kapten Asep Budi di lini pertahanan Persiraja Banda Aceh, memang menjadi tembok tangguh di depan penjaga gawang Herlian Arif. Belum lagi, trisula penyerang yang dimiliki Laskar Rencong sudah teruji ketajamannya.

Super Elja sudah menjadi korban dari tajamnya barisan penyerang saat bermain di Stadion Dimurthala di pertemuan pertama lalu. ”Ada penyerang dan pamain yang berposisi pemain sayap mereka yang harus kami waspadai,” jelas Seto.

Persiraja, dipastikan kembali mengandalkan Azka Fauzi yang di pertandingan terakhir mencetak hat-trick ke gawang Madura FC. PSS Sleman harus bisa memanfaatkan celah yang ditinggal tiga pilar utama. Salah satunya top skor Vivi Afrizal yang mengalami cedera. Selain itu, dua nama lain yang tidak dibawa yakni, Defry Rizky dan Farid Abdila.

Sementara itu PSS Sleman dipastikan akan turun dengan skuad terbaiknya. Seto, tampaknya tak banyak melakukan perubahan pada skuad winning team saat membantai Laskar Cisadane-julukan Persita Tanggerang.

Hanya, mereka harus bermain lebih berhati-hati karena sebagian besar pemain PSS telah menerima kartu kuning. Akumulasi kartu, akan merugikan PSS saat melakoni laga semifinal. ”Tapi apapun itu, yang terpenting kami lolos ke semifinal dulu,” kata Seto.

Pelatih Persiraja Akhyar Ilyas mengatakan laga sore nanti merupakan laga penting bagi kedua tim. Ditegaskan bahwa Persiraja menargetkan lolos ke semifinal. ”Kami akan berjuang semaksimal mungkin,” jelasnya.

Dikatakan untuk mencuri poin dari PSS Sleman memang bukan perkara mudah. Apalagi, PSS Sleman akan bermain di hadapan para pendukung yang cukup fanatik. ”Kami datang-datang jauh dari Aceh tidak ingin dipermalukan,” tegasnya. (bhn/din/rg/mg3)

Prediksi Skema

(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)