BANTUL – Pemerintah harus turun tangan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah luar biasa (SLB). Sebab, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah luar biasa (SLB) di Kabupaten Bantul belum berjalan maksimal. Khususnya, SLB di wilayah pedesaan. Salah satunya di SLB Mardi Mulyo. Itu akibat terbatasnya jumlah tenaga pendidik.

”Jumlah gurunya 18 orang. Sedangkan siswanya 80,” jelas Zainal Arifin, seorang guru di SLB Mardi Mulyo saat dihubungi Selasa (20/11).

Zainal tak menampik jumlah guru di SLB Mardi Mulyo memang banyak. Apalagi, jumlah siswanya hanya 80 orang. Namun, Zainal mengingatkan, proses pembelajaran di SLB berbeda dengan sekolah pada umumnya. Setiap anak berkebutuhan khusus (ABK) punya kurikulum belajar masing-masing.

Idealnya, ABK dengan ketunaan yang sama dijadikan satu kelas. Misalnya, tunagrahita. Harus dijadikan satu kelas dengan siswa tunagrahita lainnya.

”Kemudian diajar guru yang punya keahlian di bidang yang sama,” jelasnya.

Namun, Zainal menuturkan, SLB Mardi Mulyo belum bisa menerapkannya. ABK dengan ketunaan berbeda terpaksa dijadikan satu kelas. Diajar oleh satu guru. Dan, guru tersebut dituntut untuk menguasai kurikulum ABK dengan berbagai jenis ketunaan itu.

”Ini tentu menjadi tantangan bagi kami,” ujarnya.

Persoalan lain yang dihadapi sekolah adalah kehadiran siswa. Menurutnya, tidak semua siswa datang ke sekolah. Orang tua mereka terkendala transportasi.

”Sehingga guru menjadwalkan kunjungan ke rumah siswa untuk mengajar mereka langsung di rumah secara rutin,” katanya.

Koordinator Pengawas PLB DIJ Wiji Suparno menyatakan hal senada. Menurutnya, pendidik SLB di DIJ masih minim. Sekalipun pemprov telah merekrut delapan guru SLB tahun ini.

Selain masalah pendidik, sebaran SLB di DIJ juga masih belum merata di seluruh wilayah. Di Bantul, contohnya, baru ada 14 SLB. Kemudian, Gunungkidul 11 SLB, Kulonprogo 8 SLB, Kota Jogja 11 SLB, dan Sleman 27 SLB.
”Kalau per desa mungkin terlalu banyak. Tapi setidaknya per kecamatan ada SLB. Agar jangkauan orang tua juga bisa maksimal,” harapnya. (ega/zam/by/mg3)