JOGJA – Perubahan tipologi Polda DIJ menjadi tipe A dinilai bukan prestasi. Itu karena masih banyak pekerjaan rumah (PR) penyelesaian kasus hingga dugaan jual beli pasal, yang belum diselesaikan.

Catatan itu disampaikan Jogja Police Watch (JPW) yang menyoroti beberapa kasus yang tengah hangat beberapa waktu terakhir. Kadiv Humas JPW Baharudin Kamba mencontohkan seperti kasus persekusi oleh kelompok organisasi massa dan kasus pelecehan seksual. Dia juga menyoroti kinerja internal lintas divisi.

“Kasus di Bantul itu belum ada kejelasan hingga saat ini, padahal sudah ada pemeriksaan saksi dan korban. Lalu kasus UGM, meski saat ini sudah penyelidikan tapi sedikit terlambat. Hingga masih maraknya kenakalan remaja,” jelasnya, Selasa (20/11).

Penyelesaian setiap kasus, lanjutnya, menjadi catatan penting. Terlebih tidak hanya penegakan hukum semata, namun perwajahan DIJ. Menurut dia kinerja polisi berdampak pada rasa aman dan nyaman warga.

“Karena biasanya setiap kasus akan menjadi sorotan publik. Catatan penyelesaian kasus bukan hanya yang disebutkan tadi, tapi untuk kasus-kasus lainnya juga,” ujar anggota Forpi Kota Jogja itu.

Komitmen polisi untuk bebas korupsi di berbagai lini juga wajib dikawal. Kamba mencontohkan dugaan jual beli pasal. Polemik ini bisa terjadi apabila penyidik tidak bertindak secara profesional. Meski enggan menyebutkan jumlah kasus, namun JPW memiliki catatan tersendiri atas permasalahan ini.

“Sama halnya dengan pungutan liar, semua itu akan muncul apabila kesejahteraan personelnya masih minim. Tapi jika semua sudah terpenuhi tapi masalah ini masih timbul, maka pimpinan jangan ragu menindak oknumnya,” pesannya.

Terpisah Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto mengungkapkan tipologi melalui proses panjang. Penilaian dilakukan oleh Kemenpan RB dan Mabes Polri. Peningkatan tipologi adalah bukti bahwa Polda DIJ telah layak secara struktural, sistem maupun pelayananannya.

“Fokusnya adalah kinerja dan juga pelayanan masyarakat. Pasti terus mengalamin peningkatan seiring dengan dinamika masyarakat yang semakin tinggi,” jelasnya. (dwi/pra/zl/mg3)