BANTUL – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo optimistis Pantai Parangtritis layak dijadikan sebagai pusat olahraga surfing. Tipikal ombak di objek wisata (obwis) yang lekat dengan mitos Nyi Roro Kidul ini cocok untuk olahraga yang memacu adrenalin. Bahkan, lebih baik dibanding dengan tipikal ombak di salah satu obwis di Thailand yang lebih dulu mashur.

Namun, Kwin, sapaannya, melihat ada beberapa hal di Parangtritis yang perlu diperbaiki. Salah satunya fasilitas.

”Fasilitasnya harus berstandar internasional,” jelas Kwin di sela Festival Sate Klathak di Pantai Parangkusumo Minggu (18/11).

Dengan fasilitas yang memadai, bekas camat Sewon ini optimistis tidak hanya wisatawan lokal yang bakal menghabiskan liburan di Parangtritis. Lebih dari itu, juga wisatawan mancanegara.

”Pemkab sangat mendukung pengembangannya. Sekarang tinggal ditata lebih baik lagi,” ucapnya.

Menurutnya, pengembangan olahraga surfing juga perlu ditopang dengan keterlibatkan sejumlah pihak. Sebut saja tim SAR. Itu untuk mengantisipasi insiden tenggelamnya wisatawan.

Pendamping Komunitas Dolphin Parangtritis Surf Community (DPSC) Budi Santoso membenarkan bahwa karakter ombak Pantai Parangtritis bisa menjadi tantangan bagi peselancar.

”Pantai Depok juga bagus untuk surfing,” katanya.

Budi tak menampik Pantai Parangtritis terkenal memiliki palung. Yang kerap menyebabkan tenggelamnya wisatawan. Namun, dia menekankan, titik palunglah yang justru diincar peselancar. Lantaran arusnya lebih deras.

”Jenis ombaknya (Parangtritis) komplet, sehingga cocok untuk semuanya. Mulai yang amatir hingga profesional. (ega/zam/er/mg3)