PURWOREJO – Desa percontohan atau pilot project Kampung Tertib Lalu Lintas Kabupaten Purworejo, Desa Sidomulyo, dinilai tim penilai dari Polda Jawa Tengah, Jumat (16/11). Tidak sekadar membalikkan tangan, Satlantas Polres Purworejo sebelumnya berproses untuk menentukan pilihan ke desa di wilayah Kecamatan Purworejo ini.

Kasatlantas Polres Purworejo AKP Nyi Ayu Fitria Facha mengungkapkan, ada beberapa pertimbangan dalam menentukan Kampung Tertib Lalu Lintas. Antara lain dari kesiapan desa itu sendiri, serta kepedulian warga terhadap ketertiban berlalulintas.

“Memang belum sepenuhnya sesuai harapan, hanya saja semua sudah lebih baik dan harapannya ke depan akan ada peningkatan,” kata Nyi Ayu.

Menurutnya, dari penetapan desa pilot project itu memang telah ditindaklanjuti oleh pihak desa. Mereka menyiapkan balai kampung tertib lalu lintas, sarana safety riding, tempat baca maupun tempat pertemuan. Bahkan ada banyak poster imbauan untuk bertindak tertib di sepanjang jalan.

Beberapa di antaranya memanfaatkan bahasa yang jenaka dan menarik perhatian pengguna jalan. “Di Purworejo memang baru ada di Sidomulyo, namun harapannya bukan saja di Sidomulyo saja. Kami berkeinginan di setiap kecamatan ada satu desa yang menjadi pilot project, sehingga virus ketertiban tertib berlalulintas itu akan semakin meluas,” tambahnya.

Kasikerma Subditkamsel Ditlantas Polda Jateng Kompol Parno sebagai tim penilai mengatakan, diadakannya Kampung Tertib Lalu Lintas bertujuan utama untuk menekan angka kecelakaan lalu-lintas (lakalantas), karena akhir-akhir ini khususnya di Purworejo, lakalantas meningkat.

“Untuk Jateng tahun ini angka lakalantas meningkat kurang lebih 16 persen dari 2017. Untuk Kabupaten Purworejo alhamdulillah dari operasi ketupat zebra ini ada penurunan. Tapi rata-rata di Jawa Tengah dan seluruh Indonesia lakalantas bisa mencapai 100 meninggal dunia setiap hari,” ungkapnya.

Kompol Parno mengatakan, kampung-kampung tertib lalu lintas yang telah terbentuk di masing-masing kabupaten dilakukan penilaian. Hasilnya, akan dipilih tiga Kampung Tertib Lalu-lintas yang akan mewakili Jawa Tengah diajukan ke tingkat nasional.

Camat Purworejo Sudaryono mengaku memberikan dukungan penuh adanya Kampung Tertib Lalu Lintas. Diungkapkan, ketertiban berlalulintas di perdesaan relatif masih rendah.

“Mereka merasa bahwa di desa itu jauh dari jangkauan polisi, sehingga bepergian yang tidak mengarah ke kota, sering tidak pakai helm. Adanya Kampung seperti ini, semoga bisa mendorong warga untuk tertib,” kata Sudaryono. (udi/laz/fj/mg3)