BANTUL – Perhelatan musik Ngayogjazz 2018 siap digelar di Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, hari ini. Segala persiapan sudah dilakukan panitia demi kemeriahan acara tahunan ini. Sejumlah panggung juga disiapkan sebagai demi kenyamanan penikmat musik yang datang dari berbagai daerah.

Panggung yang disiapkan adalah Panggung Carik, Pangung Kamituwo, Panggung Jogoboyo, Panggung Jogotirto, Panggung Bayan, Panggung Lurah, dan Panggung Reriungan Jazz. “Nah, pengunjung bisa memilih panggung mana saja yang diinginkan sesuai dengan pilihan musiknya,’’ kata Media Relations Ngayogjazz 2018 Amelberga Astri P.

Ngayogjazz 2018 akan menghadirkan lebih dari 40 kelompok musik dan ratusan seniman, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Mereka adalah KikaSprangers Quintet (Belanda), Ozma Quintet (Perancis), Rodrigo Parejo Quartet (Spanyol), Syaharani & Queenfireworks, Tohpati Bertiga, Yuri Mahatma Quartet (Feat. Astrid Sulaiman (Piano), Helmy Agustrian (Double Bass), Ib. Putu Brahmanta (Drums), Nita Aartsen Feat Jean Sebastien Simonoviez (Perancis) & Mikele Montolli (Italia), Idang Rasjidi and His Next Generation Feat,Tompi & Margie Segers, dan lain-lain.

Sedangkan komunitas- komunitas jazz Tanah Air antara lain Komunitas Jazz Jogja, Jazz MbenSenen All Star,Jogja Blues Forum, Gubuk Jazz Pekanbaru, Komunitas Jazz Lampung, Komunitas Jazz Pekalongan, JesUduPurwokerto, Jazz NgisorRingin Semarang, Komunitas Jazz Magelang, Solo Jazz Society, Komunitas Jazz Trenggalek, Komunitas Jazz Ponorogo, Komunitas Jazz Surabaya, Mahakam Jazz River Samarinda, dan lain-lain.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Ngayogjazz 2018 mengusung tema unik. Kali ini panitia menggunakan tema Negara Mawa Tata, Jazz Mawa Cara. Tema itu sebagai jawaban atas fenomena yang terjadi dan berkembang di masyarakat. Sebab, tema itu plesetan dari peribahasa Jawa: Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata. (din/zl/mg3)