SLEMAN – PSS Sleman justru bisa bermain lepas pada laga tanpa suporter di Stadion Maguwoharjo Jumat (16/11). Itu ditandai dengan kemenangan cukup meyakinkan atas tamunya Persita Tanggerang, 4-1.

Ya, laga kemarin sejatinya merupakan laga sanksi terhadap Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman tidak boleh dihadiri suporter. Penonton yang datang memenuhi Stadion Maguwharjo disebut penonton umum.

Meskipun disaksikan penonton yang secara jelas memberikan dukungan pada Bagus Nirwanto dkk, namun ada yang beda dengan pertandingan kemarin. Sepanjang laga tidak ada nyanyian yang dikumandangkan dari tribun selatan.

Sepanjang laga, hanya terdengar suara teriakan dan tepuk tangan pada momen-momen tertentu. Tidak hanya itu, banner besar bertulis mbuh piye carane kudu menang ora urusan pun tak nampak di sisi tribun selatan. Banner tersebut dilipat, sehingga yang tampak hanya warna putih tanpa tulisan apapun.

Nah, justru tanpa adanya itu semua, skuad Super Elja bisa bermain lepas. Hal itu diakui kapten PSS Sleman M Bagus Nirwanto. “Ya bisa jadi, kami bermain lepas tanpa tekanan,” ujarnya disertai tawa.

Laga tanpa suporter di laga kemarin (Jumat) merupakan sanksi terakhir yang dijatuhkan Komdis PSSI. PSS Sleman harus menjalani laga tanpa suporter sebanyak dua kali. Satu laga sudah dijalani saat berhadapan dengan Madura FC di Stadion Ahmad Yani, Senin (12/11).

Itu artinya, saat di laga penentuan melawan Persiraja Banda Aceh, di Stadion Maguwoharjo, Selasa (20/11), PSS bisa dihadiri penonton beratribut. (bhn/din/fj/mg3)