SLEMAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Tahap 2(DPT HP-2) sebanyak 773.875 pemilih. Dari jumlah itu rinciannya 376.721 laki-laki dan 397.154 perempuan. Jumlah ini naik 9.339 dibandingkan DPT HP-1, dengan perhitungan awal 764.536 pemilih.

Selain itu, dalam rapat pleno hasil perbaikan tahap 2 oleh KPU Sleman digelar 12 November juga menghasilkan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kini terdapat 3.391 TPS yang tersebar di 86 desa dari 17 kecamatan setelah sebelumnya hanya ada 3.389 TPS.

Dari data itu, jumlah pemilih terbanyak ada di Kecamatan Depok dengan 84.712 pemilih. Disusul Kecamatan Gamping dengan 68.307 pemilih, dan Ngaglik 66.798 pemilih. Sedangkan pemilih paling sedikit ada di Kecamatan Cangkringan dengan 23.308 pemilih.

Komisioner KPU Sleman Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Indah Sri Wulandari mengatakan, data ini merupakan hasil dari Gerakan Melindungi Hak Pilih (#gmhp) yang telah dilakukan 1-28 Oktober. Selama proses itu ada 3.627 pemilih baru. “Terbanyak dari Kecamatan Gamping dengan 2.231 nama,” kata Indah.

Selain itu, terdapat 1.474 nama yang dicoret lantaran dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Dari nama yang dicoret, didominasi pemilih yang sudah meninggal dunia yaitu sebanyak 459 nama.

Data ini berdasarkan masukan yang masuk ke posko #gmhp. Di PPK/PPS dan KPU Kabupaten. Selain itu, KPU DIY juga membuka posko.”Jadi semua data tersebut lalu dipetakan satu persatu untuk memastikan kebenarannya,” kata Indah.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman M Abdul Karim Mustofa juga sudah mengirimkan surat kepada KPU. Dalam surat tersebut meminta kepada KPU agar melakukan kembali pencermatan dan penelitian secara faktual terhadap data-data pemilih yang dinilai masih bermasalah.

Hal itu untuk menghindari adanya kesalahan dalam input data. “Karena berdasarkan hasil pengamatan kami, masih terdapat data pemilih bermasalah, Mulai dari pemilih ganda NIK, nama dan tanggal lahir,” ujar Karim.

Selain itu warga yang sudah meninggal juga ternyata masih masuk dalam daftar pemilih. “Sehinga perlu dicermati ulang,” pintanya. (har/din/zl/mg3)