SLEMAN – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun meresmikan jalur sepanjang 10 kilometer untuk ajang Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2018. Peresmian dilakukan di Joglo Kalangan, Turi, Jumat (16/11).

Sekjen Jogja Walking Assocation (JWA), Fitriani Quroda mengatakan rute tersebut melewati 10 dusun. Yakni Kalangan, Ngemplak, Jabung, Kerandon, Ngepas, Kadilobo, Karanggeneng, Kembang Arum, Sukodono, dan Kalangan.
“Para peserta akan melewati pemandangan indah dengan view Gunung Merapi dan Merbabu,” ujar Fitriani, Jumat (16/11).

Peserta menyusuri sawah, sungai, serta bercengkerama dengan masyarakat yang ramah. Ada satu spot andalan, yaitu dam. “Ini menjadi aset yang luar biasa karena bisa dijual,” katanya.

Saat peresmian, sejumlah peserta JIHW 2018 hadir dan mencoba rute tersebut dengan tajuk Friendship Walk. “Istilahnya warming up sebelum ikut JIHW 2018 pada Sabtu-Minggu (17-18/11) di Prambanan dan Turi,” katanya.

Sekitar 60 peserta dari 10 negara ikut persemian tersebut. Sedangkan seluruh peserta JIHW 2018 yang bertema Save the Nature, Respect the Culture, Jogja to The World, sebanyak 350 orang dari 25 negara. “Kegiatan hari ini (Jumat (16/11)) merupakan optional untuk peserta yang ingin mencoba rute 10 kilometer,” katanya.

Muslimatun mengatakan kegiatan tersebut telah berlangsung sebanyak sepuluh kali. Kali ini Sleman terpilih menjadi tuan rumah event jalan kaki internasional tersebut.

“Saya berharap peserta mendapatkan pengalaman berbeda dalam menikmati keindahan alam Sleman,” harap Muslimatun.

Dipilihnya rute tersebut berdasarkan faktor keamanan serta pemandangan menarik saat dilewati. “Termasuk pemandangan di 10 dusun tersebut,” kata Muslimatun.

Banyaknya event di Sleman menjadi andil mengenalkan potensi wisata Sleman pada wisatawan luar negeri. Menjadi motivasi warga menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga. “Termasuk mengampanyekan gerakan masyarakat sehat (Germas),” ujarnya.

Peserta dari Jepang dan wakil Internasional Walking Assosiation, Mr. Hata, antusias mengikuti kegiatan ini. Dia datang bersama sejumlah rekannya dari Jepang.

Peserta asal Jakarta, Dolly, baru kali pertama ikut JIHW. ‘’Saya bisa mengenal masyarakat lokal. Ini kali pertama saya masuk sawah, lihat orang membajak, dan memanen cabai,” ujarnya.

Panitia lokal dan tokoh Desa Kalangan, Endrik Helisuryanta, menilai JIHW mengangkat wisata Desa Kalangan. “Bisa mengenalkan potensi yang kami miliki. Baik potensi wisata, budaya, pertanian, peternakan, dan lainnya. (har/sky/iwa/by/mg3)