SLEMAN – Berniat gagah-gagahan malah ditangkap polisi. Itulah yang dialami Ahmad Sihabudin. Pria 22 tahun itu diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Depok Barat saat mengacung-acungkan air gun jenis pistol di sebuah ruko kawasan Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman. Peristiwa itu terjadi Selasa (13/11) lalu.

Gara-garanya, Ahmad gagal move on dari bekas pacarnya. Hatinya terluka. Dia tak terima. Karena sang mantan telah memiliki pujaan hati baru. “Itulah akar permasalahannya,” ujar Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto Jumat (16/11).

Terungkapnya masalah itu ketika pemuda kelahiran Pleret, Wonokromo, Bantul, mendatangi lokasi kerja sang mantan. Keduanya terlibat cekcok. Gaduh. Keributan mereka mengganggu warga. Petugas keamanan setempat pun berusaha melerai. Tapi Ahmad malah mengancamnya dengan air gun.

Senjata replika itu diacung-acungkan. Di hadapan petugas keamanan tersebut. Bak koboi, Ahmad terus menenteng senjata berproyektil gotri besi itu.

Petugas keamanan dan rekan kerja sang mantan memilih mundur. Mereka lantas menelepon Mapolsek Depok Barat. Tak berapa lama beberapa polisi sampai di tempat kejadian perkara. Sebagian berpakaian preman. Lainnya berseragam polisi lengkap.

“Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Begitu tahu ada polisi langsung terdiam. Sekarang ditahan di sel Mapolsek Depok Barat,” ujar Kapolsek.

Kanitreskrim Iptu Irwan menjelaskan, air gun termasuk senjata wajib berizin. Sama halnya dengan pistol sungguhan. Itulah alasan polisi menangkap Ahmad. Dia dijerat pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Senjata bertenaga pelontar gas tersebut dapat menimbulkan efek sakit. Beda dengan airsoft gun. Jika ditembakkan dalam jarak tertentu amunisi air gun bisa melukai korbannya. “Apalagi amunisi gotri milik pelaku berukuran 6 milimeter,” ucapnya.

Ahmad membeli air gun tersebut seharga Rp 2 juta. Dibeli secara online lewat Instagram.

Air gun diterima Ahmad dua hari sebelum dia melakukan aksi koboi. “Alasan pelaku untuk jaga diri. Tapi kami tak percaya begitu saja,” tegas Irwan.
(dwi/yog/rg/mg3)