KULONPROGO – Wisnu Riyanto, 30, warga Pedukuhan Macanan, Desa Glagah, Kecamatan Temon, mengalami kecelakaan kerja di proyek pembangunan New Yogyakarta International Airpor (NYIA), Rabu malam (14/11). Korban merupakan buruh harian lepas, meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di saluran air pembuangan di lokasi proyek.

“Korban meninggal setelah dilarikan ke RS Riski Amalia Medika Temon. Beliau warga saya yang bekerja di proyek bandara. Korban baru bekerja sekitar 15 hari sebagai buruh harian lepas untuk pengukuran titik dan elevasi. Kabarnya jatuh dan tenggelam, karena kakinya terjebak lumpur,” kata Kepala Desa Glagah, Agus Parmono, Kamis (15/11).

Kapolsek Temon, Hery Setyo Purnomo mengatakan korban merupakan pekerja yang melakukan pengukuran, dengan tugas memasang patok. Sebenarnya untuk memasang patok, korban dibantu dengan escavator. Namun korban berjalan lebih dulu lalu tercebur dan tenggelam.

“Dari pengakuan sejumlah saksi, korban tidak bisa berenang,” ucapnya.

Dijelaskan, rekan korban berusaha menolong. Mengangkat tubuh korban dari air dan memberi nafas buatan. Namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit. “Apakah ini human error atau apa, kami sedang investigasi,” jelasnya.

Keluarga korban menerima uang duka dari perusahaan tempatnya bekerja untuk biaya pemakaman Rp 10 juta. Usai pemakaman kembali diberi uang santunan Rp 30 juta. Perusahaan juga sedang mengupayakan dana santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Semua pekerja dijamin asuransi kesehatan dan keselamatan kerja,” ucapnya. (tom/iwa/er/mg3)