Wisata di Kabupaten Purworejo semakin seksi dengan beragamnya destinasi yang layak dikunjungi. Tidak sekadar objek yang dikelola Pemerintah Kabupaten, namun banyak destinasi lain dibawah pengelolaan masyarakat yang menarik perhatian

LAUNCHING Romansa Purworejo 2020 atau tahun kunjungan Purworejo di tahun 2020 oleh Bupati Purworejo Agus Bastian pada awal 2017, menjadi sebuah tekad yang harus direalisasikan bersama.

Tidak sekadar berjalan, namun diperlukan terobosan jitu yang menuntut berbagai pembenahan dan rapatnya barisan dari seluruh organisasi perangkat daerah maupun elemen masyarakat yang ada.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) yang berada di garda terdepan tumbuh kembangnya pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Purworejo memiliki tanggung jawab besar untuk mensukseskan program tersebut. Apalagi, secara nasional, sektor pariwisata menjadi sebuah isu menarik dimana menjadi andalan pendapatan devisa negara.

Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo mengungkapkan posisi Purworejo sangat strategis untuk mendulang kunjungan wisatawan. Setidaknya ada dua isu sentral dimana pembangunan dan rencana pengoperasian New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo, DIJ, pada Oktober 2019 mendatang dan juga operasional Badan Otorita Borobudur di Januari 2019 ini.

Menilik keberadaan bandara internasional yang amat berdekatan dengan Purworejo, telah ditangkap dengan penyiapan kawasan terpadu selatan yang memanjang dari Jogoboyo Kecamatan Purwodadi hingga Pantai Keburuhan di Kecamatan Ngombol.

Penyusunan masterplan telah dilakukan sejak tahun 2017 dan direncanakan selesai 2018 ini.

“Pengembangan destinasi di Purworejo saat ini kita bagi dalam tiga fokus kegiatan besar yakni pengembangan kawasan pantai, dukungan untuk Otorita Borobudur dan penyiapan kawasan Bruno,” ulas Agung Wibowo, Kamis (15/11).

Pantai Jatimalang saat ini disiapkan menjadi tempat wisata yang menjual karena posisinya paling dekat dengan NYIA. Pemkab sendiri mengucurkan dana lumayan besar dalam dua tahun anggaran untuk menjadi salah satu tempat kunjungan utama bagi wisatawan.

Sedangkan dukungan untuk Badan Otorita Borobudur yang berkantor di Kecamatan Loano, mendorong dua kecamatan lain untuk disiapkan pula yakni Bener dan Kaligesing. Khusus untuk Bruno yang menjadi fokus ketiga saat ini memang menjadi potensi tersembunyi yang belum ba nyak terungkap.

“Bruno menjadi andalan baru karena berada di segitiga emas antara NYIA-Borobudur-Dieng. Kekayaan dan kecantikan alam Bruno amat menjual dan mulai dilirik, apalagi gairah masyarakatnya juga meningkat pesat untuk mengenalkan objeknya,” tutur Agung. (***/mg3)