Kegiatan bersih pantai kembali diadakan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aksi bersih pantai pada November ini merupakan periode ketujuh. Sasarannya terpusat di tiga pantai. Semuanya berada di Kabupaten Bantul. Yakni Pantai Pengklik pada Sabtu (10/11), Pantai Samas pada Minggu (11/11) dan Pantai Baros pada Selasa (13/11).

“Bersih pantai ini telah kami laksanakan sejak Mei 2018 lalu,” ujar Tenaga Teknis Perencana dan Pengawas BLH DIY Tendra Istanabi di sela aksi bersih Pantai Baros.

Berbagai pemangku kepentingan terlibat. Mereka terdiri atas kelompok masyarakat, karang taruna, nelayan dan petani. Juga jajaran pemerintah desa setempat. Tujuan kegiatan itu untuk memacu dan memicu semangat masyarakat. “Mudah-mudahan kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan pantai meningkat,” harap dia.

Dibandingkan Pantai Pengklik dan Samas, volume sampah di Pantai Baros cenderung tinggi. Jenisnya didominasi sampah rumah tangga. Di antaranya sandal, sepatu, kaleng, botol dan plastik. Ada juga ranting dan batang pohon. ”Sampahnya sisa luapan muara saat musim kemarau,” lanjut Tendra.

Dukuh Baros Petrus Sehnugroho mengatakan, kegiatan bersih pantai melibatkan kurang lebih 50 warga di sekitar Pantai Baros. Tepatnya masyarakat Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul.

Sehnugroho menilai, aksi bersih pantai itu sangat membantu membersihkan kawasan konservasi Mangrove Baros. Sekaligus mendorong semangat gotong-royong warga. Diakui, ada problem tersendiri menjaga kebersihan Pantai Baros.

Meski berada di Pedukuhan Baros, letak Pantai Baros jauh dari jangkauan rumah penduduk. Akibatnya kegiatan membersihkan pantai menjadi terbatas. ”Satu tahun hanya dua kali bersih Pantai Baros. Selebihnya, yang melakukan mahasiswa atau komunitas di luar warga kami,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Srigading, Sanden, Bantul Agus Suwarno mengatakan, kegiatan yang diinisiasi BLH DIY itu memiliki dampak signifikan. Volume sampah di Pantai Samas dan Pengklik cenderung menurun.

Awalnya volume sampah plastik cukup dominan. “Sekarang semakin berkurang. Sampah yang kami temukan cenderung sampah alam. Misalnya ranting pohon dan tanaman liar,” katanya di Pantai Samas.

Aman, sapaan akrabnya, berharap ke depan Pantai Samas semakin diminati wisatawan. Kawasan pantai yang berada di pesisir selatan DIY itu kondisi lingkungannya bersih. “Jika pengunjungnya bertambah, berdampak pada meningkatnya kesejahteraan warga,” ujar Aman.

Tri Marsudi warga Tegalrejo, Srigading, Sanden, mengapreasi kegiatan Bersih Pantai BLH DIY ini. Implikasinya, kawasan pantai selatan dipandang menjadi lebih nyaman. “Sing nyawang seneng (yang melihat ikut senang, Red),” ujarnya.

Kegiatan bersih pantai di Pantai Pengklik, Samas dan Pantai Baros dimulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 10.00. Setiap lokasi rata-rata melibatkan kurang lebih 90 orang. Sampah-sampah pantai kemudian diangkut menggunakan menggunakan truk. Selanjutnya dibuang ke TPST Piyungan. (cr6/kus/mg3)