SLEMAN – Salah satu startup unicorn di Indonesia, Gojek terus berupaya meningkatkan pelayanannya. Dalam usia delapan tahun, Gojek terus mengembangkan fitur, ulai dari Goride, Gocar, Gobox, Goclean, hingga Gofood.

Head of Regional Corporate Communication Central & East Java Alfianto Domy Aji mengatakan, Gojek berusaha membantu Usaha Mikro, Kecil,dan Menengah (UMKM) di DIJ untuk naik kelas. Itu difasilitasi melalui aplikasi Gofood. Domy bahkan mengungkapkan, hampir 80 persen mitra Gofood adalah UMKM.

“Beberapa orang masih beranggapan bahwa Gojek adalah perusahaan transportasi. Sebenarnya kita beyond itu,” kata Domy saat mengunjungi Radar Jogja Rabu (14/11) malam.

Kini masyarakat, lanjut Domy, semakin dimudahkan dengan adanya teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi secara optimal, banyak nilai tambah yang bisa diperoleh. Domy pun mengungkapkan, ada tiga pilar agar para mitra berdaya. Yakni meringankan, melindungi, dan merencanakan. Dalam pilar melindungi misalnya, Gojek senantiasa memberi proteksi kepada para mitra.

Merchant Acquisition Manager Dito Dewartantya menambahkan di Jogja telah ada ribuan mitra yang bekerja sama dengan Gofood. Mulai dari angkringan hingga restoran. Beberapa di antaranya bahkan telah sukses. “Ada Pisang Keju S3 di Jakal, Martabak Klasik Royal Kadal di Terban, Martabak Mamo, dan masih banyak lagi” ujarnya.

Selain merangkul UMKM yang memiliki potensi besar, Gojek melalui Gofood pun melakukan pendampingan terhadap UMKM yang telah tersaring agar terus naik kelas. “UMKM yang mengalami growth strategy terus kami bina,” kata Dito.

Di sisi lain, Gojek pun senantiasa berupaya memberi beragam fasilitas terbaik untuk para mitra. Program kopi darat (kopdar) misalnya, menjadi salah satu wadah untuk menyampaikan aspirasi bagi para mitra. Progam itu menjadi salah satu pilar untuk membentuk para mitra terbaik. (cr9/pra/zl/mg3)