JOGJA – Rasanya, inovasi bisnis kuliner tidak pernah berhenti. Salah satu yang terbaru, adalah Cireng Jupe, yang merupakan inovasi kuliner lokal dipadu dengan cita rasa internasional. Jika cireng biasanya dipadu dengan bumbu kacang, maka tidak demikian dengan Cireng Jupe. Cireng Jupe, merupakan cireng dipadukan dengan keju dan bubuk cabai.

“Nama Cireng Jupe sendiri merupakan singkatan dari Keju Pedas,” kata Pemilik Cireng Jupe, Debora Ziaul kepada Radar Jogja.

Varian rasa Cireng Jupe juga bervariasi, selain rasa Keju Pedas, ada varian Cireng Miyabi, yaitu Cireng Jejepangan dengan topping ala Takoyaki, dan Cireng Popciz dengan taburan bumbu gurih khas ayam pop. “Sama seperti taglinenya, yaitu “Enjoy Local with Premium Way”, dari bahan, topping, hingga kemasan, merupakan kualitas premium,” tandas Debora.

Cireng Jupe juga telah beberapa kali mengeluarkan menu spesial, seperti Cireng Taichan, dan yang sedang berlangsung adalah Cireng Kuah. “Ini menu spesial kami, sudah mulai memasuki musim hujan, biasanya orang cenderung mencari yang berkuah hangat dan pedas,” lanjut Debora.

Menu spesial tersebut masih merupakan pancingan. Jika peminatnya banyak, akan dijadikan menu permanen. Lebih jauh dikatakan, awal berdirinya Cireng Jupe, pemasaran dilakukan dari bazar ke bazar, dari kota ke kota, seperti Magelang, Solo, Semarang, Jakarta, dan Surabaya. Setelah tiga tahun berjualan secara “nomaden”, akhirnya tahun ini (2018) membuka toko permanen di Jogja, yakni di Jl. Gambir Karangasem Baru 142 A, Deresan, Catur Tunggal, tepatnya sebelah barat percetakan Kanisius. (jko/gp/mg3)