JOGJA – Perkembangan sektor ekonomi di era digital kini kian berkembang. Perlahan sumber daya manusia (SDM), baik di pabrik maupun perusahaan, di masa yang akan datang tergantikan dengan sistem teknologi canggih. Khususnya robotik, komputer, jaringan data internet of thinks (IoT) dan data of thinks.

“Bahkan perkantoran saat ini sudah menerapkan paperless office. Pada bagian penjualan kini sudah tergantikan sistem informasi berbasis online,” ungkap Ketua Program Studi Magister Manajemen (MM) Universitas Janabrada (UJB) I Ketut Mangku ketika ditemui Radar Kampus di kantornya, Selasa (13/11).

Apalagi saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi. Menurutnya, hal ini berpengaruh pada tingkat persaingan SDM yang cukup tinggi. Kondisi ini membutuhkan tenaga manajerial yang kreatif dan berjiwa kebangsaan. “Kami menyiapkan lulusan yang mampu berpikir kreatif dan cinta tanah air,” katanya.

Guna menghadapi hal itu, Prodi MM UJB sedang menyiapkan tenaga manajerial yang mampu berinovasi secara lebih maju dan cinta tanah air. Dijelaskan, kurikulum Prodi MM UJB sudah didesain untuk menciptakan lulusan yang tidak punya pengetahuan manajemen saja, tapi lebih kepada keterampilan manajemen.

“Lulusan harus punya jiwa kepemimpinan, diagnostic, analitis, berpikir kritis dan mampu membuat keputusan secara bijak. Juga mampu membangun komunikasi, kolaborasi, dan kewirausahaan,” jelasnya.

Sejak didirikan delapan tahun silam, Prodi MM UJB punya peminat yang cenderung pasang surut. Namun setelah mendapat akreditasi B sejak 2016, peminat prodi MM UJB kini mengalami peningkatan signifikan. Kendati begitu, Ketut menegaskan dia tak ingin terlena. Pihaknya kini terus mengembangkan diri menjadi prodi yang lebih baik.

“Saat ini sudah banyak mahasiswa ASN yang melanjutkan studinya di UJB. Termasuk pegawai dari berbagai perusahaan, juga memercayakan studinya di sini,” tegasnya.

Ketut berharap lulusan bisa mengembangkan ilmunya lebih baik ke depan. Setidaknya bisa memperoleh posisi yang layak, sesuai keilmuan mereka. Jika bosan menjadi karyawan, jelas dia, lulusan bisa berkiprah di dunia kewirausahaan. “Akan lebih baik jika melanjutkan sekolah doktoral. Terutama bagi pendidik di perguruan tinggi,” katanya. (*/ega/laz/er/mg3)