SLEMAN – Gelandang serang PSS Sleman Rangga Muslim dua musim berturut-turut tampil di babak delapan besar Liga 2 Indonesia. Musim lalu, Rangga turut andil mengantarkan Persebaya Surabaya ke Liga 1 Indonesia.

Nah, kali ini bersama PSS Sleman, target menuju Liga 1 tidak membenani dirinya. Itu tidak seperti di Persebaya dulu. Sebab, saat bersama Persebaya musim lalu, merupakan pengalaman pertama main di bawah tekanan, baik suporter maupun manajemen. ”Kalau di Persebaya terasa beban psikologisnya. Karena begitu ke Persebaya sudah dihadapkan laga penting. Kalau sekarang di PSS biasa saja, karena sudah mendapatkan pengalaman sebelumnya,” kata Rangga kepada Radar Jogja.

Ya, pemain asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini bergabung bersama skuad Bajul Ijo -julukan Persebaya Surabaya di babak penentu menuju Liga 1. Saat itu, transfernya ke Persebaya menjadi polemik karena Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja tengah berjuang di babak playoff untuk terhindar dari degradasi.

Nah, di tahun ini, pemain bernomor punggung 15 tersebut juga memiliki misi berat untuk bisa membawa Super Elja (Elang Jawa, Red) lolos ke Liga 1. Pengalaman bermain bersama Persebaya musim lalu akan berguna bagi Super Elja. Apalagi, Rangga pun didukung oleh sejumlah pemain berpengalaman lainnya, seperti Christian Gonzales, Amarzukih, Slamet Budiyono, dan lain-lain. ”Saya tetap optimistis. Karena kami masih mengantongi dua laga sisa yang bisa dimenangkan,” kata Rangga.

Dikatakannya, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara pun selalu memberikan motivasi kepada pemain, untuk tampil lepas di dua laga selanjutnya. Meskipun satu laga, yakni melawan Persita Tanggerang tanpa suporter.

Rangga menyebut, absennya pendukung setia di Stadion Maguwoharjo memang akan berdampak pada motivasi pemain. Sebab selama ini, dia mengaku dukungan suporter selalu memberikan energi tersendiri baginya untuk bermain semaksimal mungkin. ”Kami tetap akan bermain fight meski tidak ada suporter,” jelasnya.

Sementara itu jelang menghadapi Persita Tanggerang di Stadion Maguwoharjo Jumat (16/11), Seto menyatakan skuadnya dalam kondisi cukup prima.

Strategi menyimpan sejumlah pemain inti saat melawan Madura FC di Stadion Ahmad Yani Senin (12/11) lalu memang berimbas pada hasil minor yang dicapai. Namun, setidaknya pemain inti yang tidak bermain akan dalam kondisi bugar saat menghadapi Laskar Cisadane – julukan Persita besok.

Menurutnya, melihat permainan keras lawan Madura sebenarnya ada kekhawatiran. Beruntung pemain kami fit. “Hanya Arie Sandy saja yang dipastikan tidak akan tampil hingga akhir musim,” jelas Seto.

Ya, PSS Sleman akan memulai peruntungannya kala menghadapi skuad asuhan Wiganda Saputra, yang kin bercokol di peringkat pertama grup B babak delapan besar. Persita Tanggerang memiliki modal yang cukup baik setelah di pertandingan terakhir mengatasi perlawanan Laskar Rencong – julukan Persiraja dengan skor 1-0. Gol semata wayang tim asal Tanggerang, Banteng ini dicetak Hari Habrian.

Pada pertandingan besok, Ichsan Pratama dkk dituntut tampil lebih trengginas dari laga-laga sebelum. Catatan di pertemuan pertama, PSS Sleman mampu mencuri poin di markas Persita. Gol Qiscil Gandrum Minny di masa injury time menjadi penyelamat PSS dari kekalahan. (bhn/din/zl)