GUNUNGKIDUL – Proyek pembangunan pasar percontohan satu atap di wilayah Desa Ngawu, Kecamatan Playen tahap pertama sudah rampung dan diserahterimakan. Akan tetapi belakangan ada temuan. Sehingga pihak konsultan diminta bertanggungjawab.

Hal tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi C DPRD Gunungkidul Selasa (13/11). Dalam fungsinya sebagai pengawas anggaran, para wakil rakyat ini memberikan sejumlah catatan penting kepada dinas terkait.

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto mengatakan, bersama dengan jajaran termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan kroscek langsung ke lokasi pasar Playen. Sidak dilakukan untuk menindaklanjuti serah terima pembangunan tahap pertama dari pihak rekanan kepada dinas terkait. “Jadi, pembangunan tahap pertama sudah selesai, maka kami kroscek lapangan,” kata Purwanto.

Nah, ternyata pada kesempatan sidak, proyek pembangunan pasar percontohan dengan konsep satu atap senilai Rp 2, 5 miliar tersebut bermasalah. Pertama, bagian atap saluran air jebol disejumlah titik. Kedua, kusen kerangka baja juga melengkung karena diduga tidak kuat menahan beban. “Ini menjadi cacatan penting, harus segera dibenahi. Jangan sampai nanti muncul masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul Anton Supriyadi mengatakan, temuan ini harus segera ditindaklanjuti. Pihaknya tidak mau, pada saat digunakan oleh masyarakat untuk aktifitas jual beli justru membahayakan. “Kami merekomendasikan sejumlah catatan penting mengenai Pasar Playen kepada dinas terkait. Baru awal musim penghujan sudah begini, padahal belum difungsikan,” kata Anton sembari mengamati bagian kusen baja yang terlihat mata telanjang dalam kondisi melengkung.

Anton menduga, pembangunan Pasar Playen lemah dalam perencanaan. Selain itu pihaknya juga mengakui pembangunan tahap kedua juga harus dikawal. Menurutnya, hingga kini dinas perindustrian dan perdagangan belum menyisipkan mata anggaran pembangunan pada APBD murni. “Jangan sampai mangkrak,” ujarnya.

Kepala Bidang Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul Ari Setiawan membenarkan, proyek pembangunan Pasar Playen tahap pertama sudah diserahterimakan. “Tapi ini tadi pada saat sidak memang ada temuan dan kami siap menindaklanjuti,” kata Ari Setiawan.

Menurutnya, tenggang waktu sampai enam bulan usai serah terima masih menjadi tenggung jawab rekanan. Masih dalam masa pemeliharaan sehingga sejumlah catatan penting dari anggota dewan segera diperbaiki. (gun/din/er/mg3)