BANTUL – Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul terus berupaya mempertahankan eksistensi pasar rakyat. Mengingat saat ini perkembangan pasar modern terus meningkat. Seperti swalayan, minimarket dan mal. “Harus diakui, setelah ada pasar modern, kunjungan pasar rakyat menjadi berkurang,” ungkap Kabid Pengembangan Pasar Disdag Bantul Bambang Hudaliyanto di sela-sela grebeg pasar rakyat di Pasar Seni Gabusan Rabu (14/11).

Menurutnya, grebeg pasar rakyat ini penting. Selain membantu penjualan para pedagang, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ajang publikasi produk terbaik warga Bantul. Menurutnya, beberapa produk yang ditampilkan sudah beredar di internet. “Pedagang juga bisa meningkatkan pengenalan produk unggulan lebih baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Grebeg pasar, kata dia, bisa menjadi peluang bagi pedagang untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Selain itu, pemasaran seperti ini dirasakan lebih efektif. Selain bisa melihat langsung kualitas barang, masyarakat juga bisa berinteraksi langsung dengan pedagang. “Akan lebih baik, kalau pelanggannya juga bertambah,” tegasnya.

Grebeg pasar dilaksanakan selama dua hari. Sejak Rabu (14/11) hingga hari ini. Setidaknya ada 32 pasar yang dikelola oleh pemerintah. Dalam gelaran ini, sebanyak 28 pasar ditampilkan. Tambahan satu Pasar Seni Gabusan, menjadi 29 pasar. “Tiga pasar lagi tidak ikut, karena pasar hewan,” kata Huda.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan,dan Pembangunan Bantul Suwito mengatakan pengembangan usaha pasar harus dilakukan lebih masif. Baik pemerintah maupun pedagang pasar rakyat harus mampu berinovasi lebih maju. “Tidak boleh kalah dengan pasar modern,” tegasnya.

Selain itu dia menegaskan agar masyarakat dan pemerintah bahu membahu mengelola pasar-pasar rakyat yang ada saat ini. Dia mengibaratkan pasar tersebut layaknya rumah. Harus dijaga dan dirawat. “Harus punya rasa handarbeni atau rasa memiliki. Jangan diabaikan,” katanya. (ega/din/er/mg3)